Bencana di Sulut
Nico Berencana Jual Rumah
Nico Waani-Tenda hanya bisa pasrah ketika ditanya berapa banyak barang yang berhasii diselamatkan saat banjir bandang, Rabu (15/1/2013).
Penulis: Fransiska_Noel | Editor: Andrew_Pattymahu
TRIBUNMANADO.CO.ID,MANADO -Nico Waani-Tenda hanya bisa pasrah ketika ditanya berapa banyak barang yang berhasil diselamatkan saat banjir bandang, Rabu (15/1/2013).
"Semua barang di lantai satu terendam air, tidak bisa diselamatkan," uajrnya kepada Tribun Manado, Kamis (16/1).
Rumah pria 70 tahun ini berada di lingkungan 1 kelurahan Titiwungen Selatan kecamatan Sario, yang merupakan satu di antara sejumlah titik terparah terimbas banjir bandang.
Dituturkan Nico, rumahnya mulai dimasuki air sekitar pukul 5 pagi hari Rabu lalu. "Air masuk dari arah belakang rumah," ujarnya.
Kebetulan rumah keluarga ini berada tepat di samping sungai Sario. "Herannya dulu tidak pernah banjir sampai begini. Saya sudah tinggal disini dari tahun 60an, baru sekarang air sampai tenggelamkan lantai satu rumah," terang Niico.
Alhasil, dirinya tidak sempat lagi menyelamatkan barang-barang yang berada di lantai satu rumah yang berbahan dasar kayu tersebut.
"Semua terendam, kursii, meja, perabotan antik, hingga lemari dan isinya jatuh dan terendam air," tuturnya.
Untunglah, kontruksi rumah Nico yang terdiri dari dua lantai membuatnya bisa mengungsi ke lantai dua saat banjir bandang menghantam kawasan ini.
Hanya beberapa potong pakaian yang bisa diselamatkan, termasuk beberapa peralatan masak.
"Dari kemarin sudah ada bantuan nasi bungkus dari beberapa pengusaha toko di sekitar sini. Posko bantuan juga sudah dibuka di belakang rumah, ujarnya.
Pasca bencana banjir, Nico sempat berpikir untuk menjual rumahnya, kemudian tinggal bersama anaknya di Sonder Minahasa.
"Tinggal liat nanti. Rencana mau tinggal saja dengan anak di Sonder," tandasnya.
Hingga Kamis pagi, lantai satu rumah Nico masih terendam air. Sejumlah perabotan juga tampak terendam begitu saja tanpa bisa diselamatkan. (ika)