Bencana di Sulut
Mobil Derek Dirlantas Polda Keliling Manado
Kota Manado porak poranda akibat banjir. Sisa banjir Rabu (15/1) membuat kota seperti baru selesai terjadi perang.
Penulis: | Editor: Andrew_Pattymahu
TRIBUNMANADO.CO.ID,MANADO - Kota Manado porak poranda akibat banjir. Sisa banjir Rabu (15/1/2014) membuat kota seperti baru selesai terjadi perang.
Kesan itu dimulai dengan kemacetan yang melanda jalan Bitung sampai Manado. Di jalan lebar saja saat masuk dikawasan Paal 2, mobil memakai sampai enam jalur. Tribun terpaksa harus turun untuk menyingkat waktu perjalanan.
Pejalan kaki terpaksa menantang bahaya dengan masuk alur jalannya kendaran karena lumpur setinggi pergelangan kaki berada di kiri dan kanan jalan.
Toko-toko dan semua pusat perbelanjaan tutup. Mereka yang punya parkiran bawah tanah terpaksa harus menguras air dengan mesin sedot karena air mengenang layaknya sungai.
Ganasnya banjir itu tak pandang bulu. Borobudur dan Sahabat juga tampak tidak beroperasi. Mesin penyedot air juga tampak meraung menumpahkan air yang mengalir dari ruang parkir Borobudur.
Kemacetan parah terus terjadi di jalan Martadinata. Mobil hanya bisa bergerak sangat lambat di situ.
Dalam suasana seperti banyak orang mencari dan memberi bantuan. Di tengah banyaknya pencari sumbangan dengan dus ala kadarnya di jalan-jalan, Afni Suratinojo dan ibunya datang menggunakan truk yang katanya akan membawa sumbangan ke kampung Arab.
"Kami akan membawa sumbangan ke kampung Arab," ujar sang ibu.
Bukan hanya itu, mobil derek Dirlantas Polda Sulut tampak menyisir semua sudut kota membantu evakuasi kendaraan. (dma)