TribunManado/

Smart Woman

Fiene Marina Waas Awuy, Harus Cerdas Berkarakter

Kecerdasan tanpa karakter yang kuat akan membuat seseorang sulit mencapai titik damai sejahtera dalam kehidupannya.

Fiene Marina Waas Awuy, Harus Cerdas Berkarakter
istimewa
Fiene Marina Waas Awuy 

Oleh Yudith Rondonuwu

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Kecerdasan tanpa karakter yang kuat akan membuat seseorang sulit mencapai titik damai sejahtera dalam kehidupannya. Mengapa? Sebab karakter menyangkut mentalitas seseorang yang harus kuat dalam kondisi apapun serta bijaksana menanggapi proses hidup agar tak mudah tergoda, atau terjebak menuju kehancuran hidupnya.

KECERDASAN yang dimaksudkan politisi perempuan asal Sulawesi Utara (Sulut) bernama lengkap Fiene Marina Waas Awuy ini adalah kecerdasan intelektual (IQ) yang harus dibarengi kecerdasan emosional (EQ) dan kecerdasan spiritual (SQ). "Mau jadi pemimpin sebaiknya memiliki kecerdasan yang berkarakter agar mampu mengarahkan yang dipimpinnya ke arah yang lebih baik dari hari ke hari," ungkap calon legislatif (caleg) dari Partai Golkar untuk ke Dewan Perwakilan Rakyat (DPR RI) pusat ini.

Hidup adalah proses untuk belajar. Setiap hari harus belajar termasuk dalam berpolitik. Menurut wanita yang akrab disapa Fien ini, politik itu sebenarnya indah hanya oknum-oknum di dalamnya saja yang merusak 'makna' politik itu sebenarnya. "Politic is beauty. Politic is art. Tapi memang sekarang politic is animal karena beberapa oknum yang berlaku seperti binatang ketika memegang jabatan politis. Sikap seperti binatang kan? Yang kalau dapat makanan dimakan sendiri dan demi mendapatkan makanan akan menghalalkan segara cara?" ujar aktivis sosial yang kini disibukkan membantu para lansia (lanjut usia) yaitu mantan-mantan pejuang kemerdekaan RI dalam mengisi masa tua mereka.

Sejak kecil di sekolah dasar, Ibu Fien sudah senang berorganisasi. Di sinilah ia belajar kerjasama tim, membuat kegiatan-kegiatan yang membantu dan bermanfaat bagi sesama manusia. "Saya memang senang berorganisasi. Sejak pelajar banyak organisasi yang saya ikut diantaranya menjadi salah satu pimpinan Ketua Kesatuan Aksi Pelajar Indonesia (KAPI)," kata pengurus sejumlah organisasi yang merupakan perkumpulan keluarga-keluarga mantan pejuang kemerdekaan ini.

Semua pengalaman inilah yang membuat Ibu Fien memberanikan diri terjun ke dunia politik. Demikian almarhum suaminya DR Yoseano Waas memberikan banyak inspirasi tentang pentingnya menjadi politisi yang tampil beda. Politisi yang benar-benar mengerti tujuannya berpolitik dan menjadi wakil rakyat. "Saya senang berorganisasi dan berharap jika memang diperkenankan Tuhan menjadi wakil rakyat akan melakukan banyak hal untuk sesama," tuturnya.

Motivasi lainnya adalah keinginannya untuk melihat masyarakat Sulut maju di semua daerah secara adil dan merata. Sektor pendidikan, kesehatan harus menjadi perhatian utama demi mendapatkan kemajuan di sektor-sektor lainnya. "Saya tahu dan sangat yakin orang-orang Manado ini sangat cerdas hanya memang perlu adanya pendidikan karakter sehingga masyarakat bertumbuh menjadi manusia-manusia yang kuat, tak gampang menyerah dan tahu artinya kerjasama termasuk dalam menciptakan kehidupan yang damai dan tentram secara terus menerus," kata ibu empat anak ini.

Menurut Fien, pencalonannya kali ini karena ada keterpanggilan yang kuat untuk bisa mengubah daerah Indonesia khususnya Sulut ke arah yang lebih baik. Apalagi secara finansial hidupnya sudah pas dengan anak-anak yang sukses dalam profesi mereka masing-masing. "Sebenarnya kita di dunia ini mau cari apa? Hidup hanya titipan, hanya sementara. Kalau punya talenta harus digunakan untuk membantu orang lain. Sebelum Tuhan panggil kita karena tanpa Tuhan kita bukan apa-apa. Makanya kita gak boleh sombong. Lihat saja mantan Presiden Amerika Kennedy meninggal tiba-tiba padahal di puncak kariernya. Seorang Nelson Mandela meninggal dan selesai sudah. Karena itu saya setuju dengan ungkapan 'berbuatlah selalu yang terbaik seperti kita akan mati besok' . Lakukan semua untuk Tuhan sang pencipta sehingga ada keiklasan dan tidak mengharapkan imbalan. Itu juga tips supaya hidup ini damai dan selalu indah," ujar aktivis Kristiani ini.(dit)

Kagumi Maria Walanda Maramis

BAGI Fiene Marina Waas Awuy pahlawan nasional wanita asal Sulut yaitu Maria Walanda Maramis adalah sosok perempuan cerdas yang berkarakter. Pahlawan wanita yang tahu menempatkan diri sehingga jelas dalam memperjuangkan kemerdekaan bangsa ini. Tak heran Ia sangat mengagumi tokoh nasional berdarah Minahasa tersebut.

"Menurut saya RA Kartini adalah pahlawan wanita yang cerdas karena banyak juga mengecap didikan Belanda. Tapi Maria Walanda Maramis adalah sosok perempuan yang kecerdasannya terbentuk dari budaya Minahasa yang sebenarnya banyak membentuk karakter-karakter yang kuat sebagai manusia dan sebagai seorang pemimpin," ungkapnya.

Adapun pencalonannya ke DPR RI juga ingin memperjuangkan hak-hak perempuan. Apalagi sektor pendidikan dan kesehatan yang menjadi faktor utama penunjang perjalanan suatu bangsa dipegang kendali oleh perempuan. "Perempuan itu akan menjadi ibu. Mereka yang akan mengatur pendidikan dan merawat anak dalam kesehatan mereka. Jadi jelas, negera ini harus lebih memperhatikan perempuan," tuturnya kepada Tim Edisi Minggu Tribun Manado.(dit)

Biofile
Nama lengkap: Fiene Marina Waas Awuy
Panggilan: Fien
Profesi: Aktivis sosial dan kemanusiaan, aktivis perempuan. politisi
Tempat/tgl lahir: Manado, 26 Oktober
Nama Ayah: Roring Awuy
Nama Ibu: Corry Tuwaidan
Nama Suami: DR Yoseano Waas (alm)
Anak: 4 orang perempuan
Motto hidup: Mazmur 23: 2
*Caleg DPR RI Dapil Sulut dari Partai Golkar nomor urut 2

Editor: Aswin_Lumintang
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help