Ketua MUI Sulut Berpulang

Pemakaman Banjer, Peristirahatan Terakhir KH Fauzi Nurani

Para pelayat yang terdiri dari berbagai kalangan di Sulut, membaur menjadi satu.

Pemakaman Banjer, Peristirahatan Terakhir KH Fauzi Nurani
IST
KH Fauzi Nurani dimakamkan.

Laporan Wartawan Tribun Manado Herviansyah

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO -  Ribuan orang menyemut di rumah duka, Almarhum KH Fauzi Nurani. Mereka yang kebanyakan menggunakan pakaian Koko untuk laki-laki dan busana muslim untuk perempuan.terdiri dari berbagai kalangan tersebut datang untuk melayat, melihat terakhir kali tokoh agama yang dikenal santun dalam bertutur, berbondong-bondong melayat ke rumah duka yang terletak di Kelurahan Mahawu, Kecamatan Banjer, Senin (2/12/2013)

Para pelayat yang terdiri dari berbagai kalangan di Sulut, membaur menjadi satu. Duduk di kursi-kursi yang telah disediakan oleh masyarakat sekitar jalan ke rumah duka. Karena tidak kebagian sebagian lainnya berdiri di pinggir-pinggir jalan, berhimpitan dengan karangan bunga dari berbagai instansi maupun pribadi.

Mereka berupa bersembuyi dari terik matahari yang pagi itu bersinar terang. Dia antara para pelayat terdengar saling bercakap-cakap, mengenang masa hidup kyai yang berasal dari Banjar. "Beberapa bulan lalu saya sempat ketemu beliau di Mesjid Ahmad Yani. Ga sangka ya," ujar satu di antara pelayat.

"Namanya juga umur, siapa yang bisa menentukan," kata pelayat lainnya.

 Tepat pukul 10.00 Wita perwakilan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulut membacakan sambutan dari Gubernur Sulut Sinyo Harry Sarundajang yang berhalangan hadir karena sedang melaksanakan tugas kenegaraan ke Roma Italia. "Kita merasa sangat kehilangan seorang tokoh, seorang ayah, yang mampu menggoreskan karyanya bukan hanya bagi keluarga saja, melainkan bagi seluruh masyarakat Sulut," katanya mengawali sambutannya.

Sepanjang hidup Almarhum  tentulah banyak hal-hal yang bermakna, karena itu didepan jenazah marilah kita berdoa, agar beliau ditempatkan di sisiNya.

Dijawab oleh seluruh pelayat dengan serentak. "Amin ya roball alamin,"

Selain itu seraya memanjatkan doa kepada Allah SWT semoga bimbingan serta perlindunganNya selalu dilimpahkan kepada kita semua. "Dengan kepergian Almarhum sebagai tokoh agama, yang memiliki dedikasi yang tinggi kepada seluruh umat. Tentu saja kita merasa kehilangan," tuturnya.

Oleh karena itu, marilah kita iringin jenazah hingga ke liang lahat sebagai penghormatan terakhir.

Kemudian mewakili keluarga, Amir Liputo yang juga merupakan Anggota DPRD Manado mengatakan Jenazaha pertama akan disholatkan di Mesjid Al Munawar Tuminting, kemudian akan dibawa ke Mesjid Al Rachman Banjer untuk disolatkan kembali, kemudian dimakamkan di TPU Banjer Kecamatan Tikala. "Jadi, mari hadirin sekalian kita menyebut takbir untuk mengantar jenazah ke pemakaman," ungkapnya.

Setelah itu, para santri dari pondok karya menggotong jenazah yang sudah diletakan di keranda, untuk dibawa ke Mesjid Al-Munawar, sambil bershalawat. Iring-iringan pembawa jenazah, diikuti para pelayat. Hal tersebut membuat arus lalu lintas menjadi tersendat.

Setelah disalatkan, kemudian jenazah dibawa ke mesjid Arrachamn. dengan menggunakan mobil jenazah. Sesampai di Mesjid Arrachman ribuan pelayat sudah menunggu untuk menyolatkannya. Namun ada pula yang hanya menunggu, duduk-duduk di pinggir jalan.

Setelah disolatkan, jenazah dibawa ke TPU yang letaknya tidak jauh dari mesjid.

Pada saat di mesjid liang lahat dengan kedalam dua meter, telah disiapkan. Dipimpin oleh KH Rizali M Nur dengan membaca Al-Quran Surat Yasin prosesi pemakaman dilakukan. Anaknya ketiganya Rahmawati, tidak henti-hentinya mengucurkan air mata, menangisi kepergian ayahandanya tercinta.

Penulis: Herviansyah
Editor: Robertus_Rimawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved