TribunManado/

Wagub Sulut Pun Merasa Iba dengan Nasib Warga Miangas

Semua berkas persyaratan, kata Yusuf, sudah mereka siapkan, bahkan sesuai arahan harus membuka rekening di Bank Sulut dengan

Wagub Sulut Pun Merasa Iba dengan Nasib Warga Miangas
TRIBUN MANADO/RIZKY ADRIANSYAH
Bentukan lahan yang akan menjadi bandara terlihat dari langit Pulau Miangas, Jumat (30/11/2012). Pembangunan Bandara Miangas seluas 40 hektare yang menghabiskan dana sekitar Rp 90 Miliar tersebut memiliki runway sepanjang 60 meter. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO  - Kres Yusuf Talu (35) menyatakan, kedatangan 30  mereka ke Manado bukan kehendak sendiri, melainkan diminta pemerintah untuk mengambil dana ganti rugi lahan pembebasan bandara Miangas.

Semua berkas persyaratan, kata Yusuf, sudah  mereka siapkan, bahkan sesuai arahan harus membuka rekening di Bank Sulut dengan maksud pencairan disalurkan lewat rekening bank tersebut. "Satu minggu bolak-balik cuma dibilang besok, besok," katanya.

Lusye Essing (49), mengungkapkan, ganti rugi lahan yang dibayarkan panitia sebesar Rp 150 ribu per meter. Sebenarnya warga Miangas menghendaki Rp 300 ribu per meter, namun akhirnya menyetujui jumlah yang ditawarkan pemerintah. Dari perhitungan ia akan menerima Rp 100 juta lebih.

Setahu Essing, ada dana Rp 7 miliar untuk membebaskan bagian kiri  landasan pacu Bandara Miangas. Namun  dia menyayangkan panitia tak membayar tanaman kelapa di dalam lahan yang dibebaskan. "Tanaman kelapa tidak hitung padahal masih produktif," katanya.

Wakil Gubernur (Wagub)  Sulut Dr Djouhari Kansil pun merasa iba dengan keadaan warga Miangas. "Kasihan juga ya," ungkapnya membuka kalimat dalam wawancara dengan wartawan seusai sidang paripurna DPRD Sulut, Kamis (14/11/2013).

Kansil mengatakan, saat ini proses pencairan dana  pembebasan lahan Bandara Miangas sedang berlangsung "Kita sudah proses itu seminggu, karena memang kalau masalah tanah itu kan rumit. Jadi banyak dokumen yang perlu disiapkan, artinya bukti kepemilikan. Ini milik siapa. Kalau bukti kepemilikannya ragu-ragu, kan kita tidak bisa bayar," kata wagub.

"Syukurlah tadi malam (Rabu malam) sampai Kamis pagi panitia kerja dan sudah disampaikan ke biro keuangan," katanya. Mudah-mudahan,  kata Kansil, sebelum waktunya warga Miangas pulang kampung, dana itu sudah cair "Dipercepat. Sebelum pulang, sudah ada," demikian Kansil. (ryo)

Penulis: Ryo_Noor
Editor: Dion_Putra
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help