Sabtu, 29 November 2014
Tribun Manado

Jusnan: Saya Ingin Lebih Dekat Dengan Keluarga

Rabu, 13 November 2013 23:28 WITA

Jusnan: Saya Ingin Lebih Dekat Dengan Keluarga
DOK TRIBUNMANADO
Bupati Boltim Sehan Landjar (kiri) saat menemani Menkokesra.

TRIBUNMANADO.CO.ID, TUTUYAN-Dokter Jusnan Mokoginta MARS, mantan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bolaang Mongondow Timur (Boltim)  menuturkan kepindahannya karena ingin lebih dekat dengan keluarga.

Jusnan Mokoginta menuturkan berat hati dirinya meninggalkan Boltim. Apalagi bidang kesehatan yang dibangunnya dari nol hingga kini dinilainya sudah 80 persen mencapai visi misi Boltim disektor kesehatan. "Disektor kesehatan, Boltim mulai dari nol, tapi sekarang sudah ada 3 puskesmas rawat inap lantai 2 dan 22 Poskedes dari 51 Desa. Banyak pekerjaan sudah diselesaikan berkat kerjasama semua pihak," kata pria yang akrab disapa Dokter Unan, pada Rabu (13/11/2013).

Dokter Unan mengaku semua desa di Boltim telah dikunjunginya. Katanya, banyak yang sudah dicapai namun masih banyak belum dicapai. Dia berjanji akan terus mendoakan agar semua yang dicita-citakan bersama dapat diraih. "Salah satu pilar sukses dinkes, ada pada teman-teman wartawan. Bukan pada saat memuji tapi saat mengkritik," ujar Unan.

Dia mengakui tidak memiliki masalah dalam pekerjaan sehingga meninggalkan Boltim. Namun karena ada masalah keluarga yang harus diperhatikannya secara serius. "Selama 4 tahun 8 bulan, saya all out bertugas, sering tidur dikantor. Setelah saya evaluasi saya banyak meninggalkan anak-anak dan keluarga," jelasnya.

Walaupun dirinya mencapai kesuksesan dalam karirnya namun jika keluarga tidak diperhatikan, disebutnya sebagai kegagalan. "Setelah selesai ini, saya akan fokus pada keluarga dahulu.  Mulai besok atau lusa saya akan kembali kepada anak, menjadi sopirnya. Sehingga mereka merasakan peran seorang ayah," kata putra kelima mantan Ketua DPRD Bolmong, JC Mokoginta.

Plt Kadis Kesehatan Boltim, Saida Potabuga mengatakan beban berat yang akan diembannya ke depan. Untuk itu dia meminta dukungan semua pihak dan memajukan pelayan kesehatan di Boltim. "Masalah Ini jadi ringan, karena ada bantuan teman. Tugas kita berat tapi mulia. Sebelas bulan dengan Dokter (Jusnan) saya merasa berat berpisah," tuturnya. *

Penulis: Aldi_Ponge
Editor: Lodie_Tombeg

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas