Sabtu, 5 September 2015

Arkeolog Temukan Kapal Selam Nazi Jerman di Laut Jawa

Senin, 11 November 2013 22:21

Arkeolog Temukan Kapal Selam Nazi Jerman di Laut Jawa
wikimedia commons
U-Boat 505 merupakan salah satu kapal selam tinggalan Nazi Jerman seri IXC yang dipamerkan di Chicago, Amerika Serikat

TRIBUNMANADO.CO.ID - “Di kapal selam itu kami menemukan piring bercap Nazi!” ujar Shinatria Adhityatama, seorang arkeolog muda dan penyelam dari Pusat Arkeologi Nasional. “Masih ada temuan tengkorak [rangka manusia] dan amunisi berupa torpedo.”

Dia dan timnya belum menemukan simbol atau kode angka lain yang menunjukkan bahwa reruntuhan kapal selam itu bagian armada kapal selam yang paling disegani saat Perang Dunia Kedua. Namun, temuan peralatan makan bersimbol swastika Nazi Jerman telah menguatkan dugaan Adhityatama bahwa rongsokan besi tua di dasar laut Jawa itu adalah Unterseeboot atau U-Boat.

Ada dua piring dengan simbol Nazi Jerman warna hitam yang berhasil diangkat ke permukaan oleh tim arkeolog. Satu piring besar berdiameter 34 sentimeter, dan lainnya sebuah piring kecil dengan diameter 24 sentimeter.

“Kemungkinan itu adalah U-Boat tipe IXC/40 buatan 1943 yang tenggelam pada 1944,” ungkap Adhityatama. Dia mendapatkan informasi bahwa ada dua U-Boat yang hilang kontak dengan Berlin yang saat itu posisinya di sekitar Laut Jawa.

uboat,kapal selam,jermanKapal Selam seri IXC, U-889 yang berbendera Nazi Jerman menyerah di Shelburne, Nova Scotia, Kanada pada 13 Mei 1945. (Wikimedia Commons)

Tim Pusat Arkeologi Nasional bekerja sama dengan Balai Arkeologi Yogyakarta dan komunitas Sentra Selam Jogja melakukan eksplorasi pencarian kapal selam U-Boot yang tenggelam di Laut Jawa. Penjelajahan di kawasan laut—yang banyak menyimpan misteri tenggelamnya kapal-kapal dagang hingga kapal militer itu—dilakukan pada 4-17 November 2013.

Pada 9 November lalu, tim melakukan observasi ke dasar laut. Mereka mendapat informasi warga nelayan setempat tentang “sesuatu yang berbentuk seperti tabung” di dasar laut sekitar 68 mil dari Karimun Jawa. Tim beruntung karena mendapatkan jarak pandang yang cukup untuk mengobservasi lokasi bangkai kapal selam itu.

Hari berikutnya Adhityatama dan tim menyelisik keberadaan kapal selam Nazi Jerman yang malang itu. Bagian buritan kapalnya telah hilang.  Arkeolog tengah memastikan apakah buritan kapal selam itu hancur atau patah dan bersemayam di tempat lain. “Kapal selam ini diperkirakan panjangnya 76 meter, tetapi tersisa 47 meter,” ujar Adhityatama. “Kondisinya 60 persen—masih baik.”

Halaman12
Editor: Fernando_Lumowa
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2015 About Us Help
Atas