Timnas Sepakbola Indonesia

Jacksen F Tiago: Saya Pergi karena Ingin Belajar

Hampir 20 tahun, Jacksen F. Tiago berkarier di sepak bola nasional. Sebagai pemain, dia memulai jalan dengan memperkuat klub

Jacksen F Tiago: Saya Pergi karena Ingin Belajar
KOMPAS IMAGES/VITALIS YOGI TRISNA
Jacksen F Tiago bersama Manager Timnas Indonesia, Rudi Maswi dan pemain Boaz Salossa ketika memberikan keterangan pers jelang laga Indonesia VS Belanda di Stadion Utama gelora Bung Karno, Jakarta Selatan, Kamis (6/6/2013).

TRIBUNMANADO.CO.ID - Dalam waktu dekat akan terjadi pergantian pelatih kepala di tim nasional Indonesia. Pelatih Jacksen Ferrerira Tiago telah mengumumkan, pengunduran diri sebagai pelatih.

Pelatih asal Brasil berumur 45 tahun itu menyampaikan kepada media terkait pengunduran dirinya di sesi temu media, setelah pertandingan Timnas Indonesia melawan Kyrgyzstan di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat (1/11/2013).

"Saya pasti pergi untuk kembali. Saya pergi bukan, karena tidak bahagia atau ingin mendapatkan uang. Saya pergi, karena ingin belajar dan terjun ke dunia baru," kata Jacksen.

Praktis, pelatih klub Persipura Jayapura itu akan menangani Timnas Indonesia di dua pertandingan babak kualifikasi Grup C Piala Asia 2015. Skuat 'Garuda' akan menjalani laga tandang melawan Cina pada 15 November, empat hari kemudian menjamu Irak di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta.

Hampir 20 tahun, Jacksen F. Tiago berkarier di sepak bola nasional. Sebagai pemain, dia memulai jalan dengan memperkuat klub Petrokimia Putra pada 1994-95. Setelah itu, dia memperkuat beberapa klub besar di tanah air, seperti PSM Makassar dan Persebaya Surabaya.

Nama Jacksen mentereng saat memperkuat Persebaya. Klub berjuluk Bajul Ijo dibawanya meraih gelar juara pada musim 1996-97. Pada musim yang sama, dia mencatatkan diri sebagai pencetak gol terbanyak. Jacksen mencetak 26 gol selama satu musim.

Selepas pensiun sebagai pesepakbola pada akhir musim kompetisi 2001, Jacksen menekuni karier sebagai pelatih. Berbekal sertifikat kepelatihan dari negara Brasil, dia memoles beberapa klub di tanah air. Assyabaab Surabaya merupakan klub pertama yang dilatihnya pada 2002-03.

Sebagai pelatih, prestasi pria yang kerap berbicara dalam bahasa Jawa itu dapat dibilang lengkap. Dia berhasil mencatatkan diri sebagai seorang yang sukses meraih gelar juara sebagai pemain dan pelatih di klub Persebaya Surabaya. Klub asal Surabaya itu dibawanya meraih juara pada musim kompetisi 2004-05.

Jacksen F. Tiago mendapatkan kesempatan melatih beberapa klub di tanah air, seperti Persita Tangerang, Persiter Ternate, Mitra Kukar, Persitara Jakarta Utara. Pelabuhan terakhir, Jacksen di klub Persipura Jayapura.

Selama lima tahun membesut klub berjuluk Mutiara Hitam, torehan prestasi luar biasa dicatatkan pria yang menggunakan alat bantu 'Tablet' saat melatih. Klub kebanggan masyarakat Papua itu dibawanya meraih tiga kali gelar juara Indonesia Super League, yakni pada musim 2008-09, 2010-11, dan 2012-13.

Halaman
12
Editor:
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved