Rabu, 2 September 2015

Australia Ikut Menyadap Indonesia

Kamis, 31 Oktober 2013 11:12

Australia Ikut Menyadap Indonesia
IST
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). 

TRIBUNMANADO.CO.ID-Terkuaknya skandal penyadapan komunikasi oleh badan intelijen Amerika Serikat terus meluas. Bukan hanya negara-negara sekutu di Eropa yang menjadi sasaran, melainkan juga beberapa negara di Asia, termasuk Indonesia. Australia, salah satu sekutu dekat AS, turut menyadap Indonesia.

Laporan terbaru yang diturunkan laman harian Sydney Morning Herald (www.smh.com.au) pada Kamis (31/10) dini hari waktu setempat, atau Rabu malam WIB, menyebutkan, kantor Kedutaan Besar Australia di Jakarta turut menjadi lokasi penyadapan sinyal elektronik.

Surat kabar tersebut mengutip dokumen rahasia Badan Keamanan Nasional AS (NSA) yang dimuat di majalah Jerman, Der Spiegel. Dokumen itu dilaporkan jelas-jelas menyebut Direktorat Sinyal Pertahanan Australia (DSD) mengoperasikan fasilitas program STATEROOM.

Itu adalah nama sandi program penyadapan sinyal radio, telekomunikasi, dan lalu lintas internet yang digelar AS dan para mitranya yang tergabung dalam jaringan ”Lima Mata”, yakni Inggris, Australia, Kanada, dan Selandia Baru.

Disebutkan, DSD mengoperasikan program itu di fasilitas-fasilitas diplomatik Australia tanpa sepengetahuan sebagian besar diplomatnya sendiri. Informasi yang diperoleh Fairfax Media—kelompok media tempat Sydney Morning Herald (SMH) bergabung—menyebut, operasi itu dijalankan di Kedubes Australia di Jakarta, Bangkok, Hanoi, Beijing, dan Dili, serta di Komisi Tinggi Australia di Kuala Lumpur dan Port Moresby.

Dokumen NSA yang dibocorkan oleh bekas pegawainya, Edward Snowden, itu bahkan secara rinci menjelaskan penyamaran di setiap kantor kedubes untuk menyembunyikan antena penyadap. ”Antena kadang disembunyikan di bentuk-bentuk arsitektur palsu atau ditutupi terpal perawatan di atap.”

Departemen Luar Negeri dan Perdagangan Australia menolak berkomentar atas informasi tersebut. Namun, seorang mantan pejabat intelijen pertahanan Australia mengatakan kepada Fairfax Media bahwa fasilitas penyadapan di Kedubes Australia di Jakarta berperan penting dalam pengumpulan intelijen terkait dengan terorisme ataupun penyelundupan manusia.

Halaman123
Editor: Andrew_Pattymahu
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2015 About Us Help
Atas