• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Sabtu, 1 November 2014
Tribun Manado

Propam Polda Sulut Sita 27 Senpi. Milik Siapa Itu?

Sabtu, 21 September 2013 08:49 WITA

Laporan Wartawan Tribun Manado Kevrent Sumurung

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Kasus bentrok antara warga dan polisi di Bongkudai Utara, Modayag, Bolaang Mongondow Timur, Kamis (12/9) ditangani Tim Gabungan Polda Sulut yang dibentuk Kapolda Brigjen Robby Kaligis. Seorang warga, Rekson Watung tewas tertembak dalam bentrokan tersebut.

Jumat (20/9), Divisi Propam Polda Sulut menyita puluhan senjata api yang diduga digunakan untuk menembak kala terjadi bentrok. Tim Gabungan terus bekerja melakukan investigasi.

Kabid Propam Polda Sulut, AKBP Yusuf Setyadi yang juga merupakan Ketua Tim Gabungan mengatakan, dari hasil investigasi, pihaknya kemudian menyita senpi yang digunakan oleh Polres Bolmong dan juga Satuan Brimob dari Kompi Inuai yang saat itu berada di lokasi kejadian.

Hingga kemarin, sebanyak 27 senpi disita dengan rincian, 22 pucuk senpi dari Polres Bolmong dan sisanya milik Brimob Polda Sulut Kompi Inuai. "Kami sudah melakukan penyitaan. Ini untuk kepentingan penyelidikan," tegas Yusuf.

Lebih lanjut dijelaskan, ke-27 senpi ini nantinya akan dikirim ke Laboratorium Forensik di Mabes Polri Cabang Makasar. Senpi tersebut akan diuji balistik guna mengungkap pelaku penembakan terhadap warga.  

Mereka pun masih berada di Bolmong dan juga turun ke wilayah Bongkudai dan Guaan. Mereka melakukan penyelidikan terhadap persitiwa yang mengakibatkan tertembaknya 14 warga dan satu di antaranya tewas. "Mereka melakukan penyelidikan dengan cara mewawancarai warga di dua wilayah tersebut," jelasnya.

Kapolda Brigjen Robby Kaligis menjelaskan, dibentuknya Tim Gabungan memang untuk melakukan pengusutan terkait peristiwa bentrok itu. "Hasilnya pun nantinya akan dilaporkan ke saya. Mereka saat ini masih melakukan penyelidikan. Jadi tunggu saja," tuturnya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sulut, AKBP Denny Adare saat diwawancarai mengatakan, untuk situasi di wilayah yang menjadi lokasi bentrokan saat ini sudah kondusif.

Dikatakannya, kepolisian juga sudah mengamankan empat tersangka kasus curanmor yang merupakan warga di wilayah itu. "Aksi kejahatan dilakukan di wilayah Kecamatan Wenang. Polsek Wenang pun akan memintai keterangan. Tapi intinya saat ini di sana sudah kondusif," ucapnya.

Seperti diwartakan, bentrokan berdarah antara aparat kepolisian dan dan warga terjadi di Desa Guaan Mokitompia, Kecamatan Modayag, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Kamis (12/9).

Rekson Watung, warga Desa Bongkudai Utara yang berusaha tenangkan massa malah tewas pada peristiwa di desa yang berbatasan dengan Kabupatan Minahasa Selatan (Minsel) itu.

Kejadian tersebut bermula saat Polres Bolaang Mongondowo (Bolmong) menurunkan 100 personel untuk melakukan penangkapan dan penahanan tersangka serta barang bukti sepeda motor curian di daerah Bongkudai dan sekitarnya. Personel Polres Bolmong juga dibantu anggota Brigade Mobil (Brimob) Inuai.

Pasukan dipimpin Kapolres Bolmong AKBP Hisar Siallagan berangkat ke Bongkudai sekita pukul 11.00 Wita. Sasaran pertama adalah tersangka Gren, warga Bongkudai. Namun Gren tidak ada di tempat. Polisi hanya mendapatkan barang bukti sepeda motor Vixion. Polisi kemudian mengadakan pengembangan. Pasukan dibagi dua yakni ke Bongkudai dan ke Insil. Di Insil, polisi berhasil menangkap Ebong dan Ateng serta sejumlah sepeda motor hasil curian.

Saat pulang, pasukan dari Insil diadang warga saat akan memasuki Desa Guaan di perbatasan Minsel dengan Boltim. Warga merasa kecewa karena penyitaan sepeda motor dilakukan secara paksa. Apalagi sepeda motor itu mereka gunakan untuk mengangkut hasil produksi pertanian setiap hari. Warga sempat memblokir  jalan dengan batu dan membakar ban mobil.

Bentrokan tak terelakkan. Polisi yang sempat terdesak ke arah wilayah Minsel menyerang balik warga dengan peluru karet serta melepaskan gas air mata. Puluhan warga terkena tembakan termasuk korban Rekson Watung yang meninggal dunia tak jauh dari lokasi bentrokan dengan polisi.

Menurut Hisar Siallagan, operasi kemarin dilakukan karena meningkatnya kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di Bolmong akhir-akhir ini. "Kasus curanmor semakin meningkat. Setelah penyelidikan, kami pun berangkat ke Bongkudai karena berdasarkan informasi terdapat sindikat curanmor di daerah tersebut," ujar Siallagan, kemarin. (kev)

Penulis: reporter_tm_cetak
Editor: Ribut_Raharja
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas