• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Jumat, 31 Oktober 2014
Tribun Manado

51 Panitia Pengawas Pemilu Lapangan Boltim Resmi Dilantik

Kamis, 12 September 2013 23:41 WITA

Laporan wartawan Tribun Manado Aldi Ponge

TRIBUNMANADO.CO.ID, TUTUYAN - Sebanyak 51 Panitia Pengawas Pemilihan Umum Lapangan se-Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) resmi dilantik pada Rabu (11/9/2013).

Hadir dalam acara pelantikan tersebut Asisten I Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boltim Amin Musa, 3 personel Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Kabupaten Boltim, Panitia Pengawas Pemilihan Umum Kecamatan (Panwaslucam) se-Boltim. Pelantikan dan pengambilan sumpah dipimpin oleh satu Ketua Panwaslucam.

Asisten I Pemkab Boltim Amin Musa dalam sambutannya mengatakan, acara pelantikan tersebut adalah sebuah langkah strategis dan fundamental dalam membangun demokrasi demi keberlangsungan kehidupan berbangsa dan bernegara. "Sumpah dan janji itu, selain untuk diri sendiri tapi komitmen pada Tuhan," kata Amin.

Amin mengatakan tahapan pemilihan sedang berlangsung. Pemilihan legislatif akan menentukan wakil rakyat yang berkualitas. Untuk menghasilkan itu maka proses dan tahapan pemilu pun harus berkualitas. "Pemilihan berkualitas ditentukan oleh pengawas pemilu. Bagaimana mendapat wakil yang berkualitas kalau pengawas tidak berkualitas," tegas Amin.

Sehingga dia meminta pengawas pemilu lapangan untuk belajar menguasai peraturan perundang-undangan terkait pemilu terutama tentang pengawasan. "Harus tahu mana kategori pelanggaran yang bisa diterima dan mana pelanggaran harus ditindaklanjuti," tutur Amin.

Dia memperingatkan agar panitia pengawas lapangan yang telah dilantik untuk tidak menuruti godaan yang akan menggoyahkan keteguhan dan komitmen sehingga melanggar sumpah dan janji. "Saya bangga banyak yang dilantik masih muda dan enerjik. Orang enerjik selalu berpikir hal-hal positif. Jadilah enerjik dan amanah. Biarpun ditawarkan apapun tetap menolak," katanya

Ketua Panwaslu Boltim Billy Kawuwung mengatakan dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya, panitia pengawas lapangan dilindungi oleh undang-undang. "Nanti akan mendapatkan pembekalan berjenjang panwascam dan strategi pengawasan," jelas Billy.

Billy mengatakan dari kabupaten/kota se-Sulawesi Utara, hanya Boltim dan Minahasa yang melakukan pelantikan panitia pengawas lapangan secara terbuka. "Sekarang paradigma pengawasan menekankan pada indikator pengawasan yang preventif. Saya minta jaga soliditas. Kalau ada persoalan ajukan ke panwaslucam atau ke panwaslu kabupaten," bebernya.

Ketua Divisi Sumber Daya Manusia dan Organisasi Maria Ervina Damopolii menambahkan masa tugas pengawas pemilu lapangan akan dimulai sejak dilantik hingga 31 Oktober mendatang. "Ini sesuai edaran Bawaslu. Diperpanjang atau tidak, dinilai sesuai kinerja. Nanti kita akan evaluasi," katanya.

Katanya, panitia pengawas pemilu lapangan akan langsung bekerja untuk mencermati tahapan menjelang penetapan Daftar Pemilih Tetap (DPT). "Tahapan penetapan DPT nanti pengawas lapangan akan turun untuk mengawasi DPT. Jika ada terindikasi nama pemilih ganda, belum cukup umur dan sudah meninggal," terangnya.

Penulis: Aldi_Ponge
Editor: Robertus_Rimawan
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas