Minggu, 23 November 2014
Tribun Manado

Tinutuan, Bubur Sayuran Khas Sulut

Sabtu, 17 Agustus 2013 16:12 WITA

Tinutuan, Bubur Sayuran Khas Sulut
IST
Tinutuan. 

Laporan wartawan Tribun Manado Finneke Wolajan

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Tinutuan merupakan makanan khas dari Sulawesi Utara yang terdiri dari berbagai macam sayuran. Makanan ini banyak digandrungi orang dari berbagai kalangan, ras dan suku bangsa. Satu di antaranya adalah Denny Paoki, warga Teling. "Saya hampir setiap hari makan Tinutuan," ungkapnya kepada Tribun Manado, Jumat (16/8/2013).

Cita rasa dan kesehatan yang terkandung dalam tinutuan yang menjadikan Denny doyan makan Tinutuan. "Makanan ini sehat. Bubur yang dicampur dengan sayur-sayuran. Selain baik untuk pencernaan juga banyak zat gizi yang terkandung di dalamnya," terangnya.

Selain itu, lanjutnya, budaya masak orang Minahasa yang kaya akan bumbu membuat Tinutuan kaya akan rasa. "Karena kaya akan rempah-rempah, dari masa ke masa orang Minahasa memasak dengan berbagai macam bumbu. Kemudian dituangkan pada Tinutuan, tidak heran rasanya enak," kata Denny

Menurutnya, Tinutuan tidak ada tandingannya dengan makanan lainnya. "Saya lama merantau di luar daerah. Seenak-enaknya makanan di sana, tidak akan sebanding dengan Tinutuan. Selain enak, Tinutuan selalu mengingatkan akan kota kelahiran saya," ungkapnya.

Hal senada terucap dari Henny Jeane, warga Malalayang. Ia mengaku sangat suka makan Tinutuan. "Tinutuan enak dan sehat. Karena terbuat dari sayur-sayuran saya tidak bosan-bosan memakan itu," ungkapnya.

Dikatakannya, karena enak dan sehat itulah sehingga Tinutuan terkenal di mana-mana. "Tidak hanya orang Sulawesi Utara yang suka makan Tinutuan. Orang-orang yang datang dari luar daerah pun gemar makan itu. Karena terkenal dengan daerah Tinutuan, tidak lengkap rasanya jika wisatawan tidak mencicipi Tinutuan saat datang ke sini," ungkapnya.

Selain Tinutuan, makanan khas lain seperti cakalang dan nike menjadi daya tarik sendiri bagi para warga. "Tinutuan sangat enak jika dimakan bersama Cakalang atau Nike. Kedua ikan ini pun tidak kalah pamornya dengan Tinutuan. Makanan-makanan itu sangat khas sekali dengan makanan itu," katanya.

Keduanya berharap agar makanan khas Sulawesi Utara terus berkembang dan tidak tertutupi oleh kuliner-kuliner lainnya. "Sekarang ini banyak sekali makanan dari luar yang masuk ke Manado maupun Sulut. Semoga para pembuat kuliner khas Sulawesi Utara seperti Tinutuan, Nike, Cakalang dan lainnya tidak kalah pamornya dengan makanan-makanan luar. Tetap pertahankan masakan khas kita," tandas Denny.

Penulis: Finneke_Wolajan
Editor: Robertus_Rimawan

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas