• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Jumat, 25 April 2014
Tribun Manado

Diisukan Pakai Minyak Babi, Pelanggan Solaria Menurun

Jumat, 16 Agustus 2013 00:06 WITA
Diisukan Pakai Minyak Babi, Pelanggan Solaria Menurun
IST
Rumah makan Solaria 

TRIBUNMANADO.CO.ID, DEPOK - PT Solaria, penyedia jasa layanan rumah makan Solaria, Kamis (15/8/2013) kembali membantah keras tudingan yang menyebutkan sajian restoran tersebut haram. Pihak Solaria bahkan menegaskan, isu yang beredar luas di sosial media dan media online hanyalah isu liar yang berkembang tanpa kejelasan. “Saya juga sangat menyayangkan isu tersebut," kata Operasional Manager PT Solaria, Dedy Nugrahadi di Depok.

Kasus ini bermula ketika ada salah satu produk franchise penyedia minyak menawarkan ke perusahaan untuk bergabung, tapi perusahaan menolak karena Solaria sudah memakai minyak yang berlabel halal. Selain itu Solaria tidak mencari mitra. "Setelah itu mulailah bergulir isu yang terus berkembang. Terlebih isu yang dikembangkan itu sangat sensitif,” kata dia.

Untuk membuktikan ucapannya, Dedy sempat memperlihatkan seluruh sertifikat halal dari bahan mentah makanan dan minuman yang disajikan restorannya. Tak hanya itu saja, Dedy yang mengaku seluruh karyawannya Muslim ini pun menegaskan pihaknya telah berkonsultasi dengan pihak MUI.

“Mulai dari bumbu, gula hingga es batu sekali pun kami ada sertifikat halalnya silakan kalian lihat," katanya.

MUI pun telah melakukan pengecekan dan hasilnya negatif, tidak ada bahan makanan di restoran itu yang mengandung bahan yang diharakan. "Apalagi pakai minyak babi, astaghfirullah," ujarnya.
 
Dedy mengaku pihaknya sangat menjaga kehalalan produk yang dijualnya, apalagi ia berasal dari lingkungan agamis. "Anak-anak saya semua di pesantren, istri saya adalah Muslim yang fanatik,” lanjutnya.

Dedy mengaku belum tahu persis dampak isu yang berhembus itu terhadap penjualan produknya. Namun secara kasat mata Dedy mengatakan terjadi penurunan jumlah pelanggan.

Secara teknis atau persentase angka ia belum tahu berapa jumlahnya, karena hitung-hitungannya akhir bulan. Namun akibat isu itu banyak pengunjung yang mulai ragu, dan kerap bertanya apakah makanannya halal atau tidak. Tidak jarang pula pelanggan membatalkan pesanannya. "Kami tidak akan menuntut si penyebar isu ini, karena saya yakin masyarakat lebih cerdas dan sudah bisa menilai,” pungkasnya.

Terpisah, menanggapi kasus itu, Ketua FPI Kota Depok Habib Idrus Al Gadri meminta pada semua pihak untuk tidak terpancing dengan isu yang belum tentu jelas kebenarannya.

"Namun demikian kami meminta pada pihak Pemerintah Kota Depok dalam hal ini dinas terkait untuk lebih serius melakukan pengawasan. Tidak hanya pada restoran cepat saji tapi juga bahan makanan yang beredar," kata dia.

Ia mengaku, bersama MUI telah mengecek langsung bahan mentah yang ada di dapur Solaria. "Alhamdulillah tidak ada bahan mentah yang haram, semuanya halal karena sempat dites di laboratorium dan ada sertifikat halalnya,” kata Idrus. (viva)

Editor: Robertus_Rimawan
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
415673 articles 8 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI KOMENTAR SAYA
© 2014 TRIBUNnews.com All Right Reserved About Us Privacy Policy Help Terms of Use Redaksi Info iklan Contact Us Lowongan
Atas