Minggu, 23 November 2014
Tribun Manado

Ketupat Simbol Kebersamaan

Kamis, 15 Agustus 2013 22:46 WITA

Ketupat Simbol Kebersamaan
IST
Ilustrasi ketupat. 

Laporan wartawan Tribun Manado Lucky Kawengian

TRIBUNMANADO.CO.ID, TONDANO - Ketupat menjadi hal yang umum bagi umat Muslim saat perayaan lebaran. Namun bagi umat Muslim di Kelurahan Kampung Jawa, Tondano Utara, ketupat memiliki arti yang lebih dalam perkembangan komunitas tersebut. Hal ini cukup beralasan karena dari kelompok besar umat Muslim di Indonesia, warga Jawa-Tondano (Jaton) memiliki perayaan khusus yang dikenal sebagai Hari Raya Ketupat.

Tokoh masyarakat Jawa-Tondano (Jaton), Arifin Kyai Demak saat diwawancarai Tribun Manado, menjelaskan, Hari Raya Ketupat memang tidak lepas dari tradisi warga Jaton di Minahasa. Menurutnya, sehari setelah perayaan Idul Fitri, warga Muslim melanjutkan puasa syawal selama enam hari. Hari selanjutnya adalah Lebaran kedua atau yang dikenal dengan Lebaran Ketupat.

Dirinya mengatakan, dua perayaan ini cukup berbeda dari sisi silaturahim. Menurutnya, saat perayaan Idul Fitri acara silaturahim umumnya hanya dalam lingkup keluarga dan warga kampung. Namun saat perayaan Lebaran Ketupat, silaturahim dilakukan secara umum oleh masyarakat tidak memandang suku, agama atau apapun.

"Tidak heran kalau perayaan Lebaran Ketupat lebih ramai dibanding perayaan Idul Fitri karena cakupan silaturahmi lebih luas. Kami memaknai perayaan ini yang semakin mempererat hubungan dan kerukunan antar warga di Minahasa," ujarnya.

Terpisah, tokoh masyarakat Jaton, Prof Ishak Pulukadang mengurai arti ketupat bagi warga Jaton. Menurutnya penggunaan ketupat saat perayaan Idul Fitri awalnya digunakan oleh Sunan Kalijaga. Tradisi ini terus berkembang dan sampai ke Minahasa bersamaan dengan para pejuang kemerdekaan yang diasingkan Belanda di Tondano.

Menurutnya secara fisik, ketupat memiliki makna yaitu jalinan janur yang ditata cukup rumit. Jalinan ini tidak dibuat searah namun dibuat bertentangan agar bisa menjadi suatu kesatuan. Hal ini menyimbolkan kehidupan bermasyarakat yang kompleks dan banyak perbedaan. Namun perbedaan itu yang akan menyatukan dan membangun rasa kebersamaan.

"Bentuk ketupat juga beragam, ada yang berbentuk segi empat sebagai simbol empat penjuru mata angin, ada pula yang berbentuk seperti jantung sebagai pusat kehidupan manusia," ujarnya.

Editor: Robertus_Rimawan

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas