Sabtu, 20 Desember 2014
Tribun Manado

Implementasi Kurikulum Baru Banyak Kendala

Selasa, 13 Agustus 2013 13:04 WITA

Implementasi Kurikulum Baru Banyak Kendala
IST

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Implementasi kurikulum baru di lapangan masih menemui banyak kendala, keseriusan pemerintah dipertanyakan. Kendala-kendala yang dihadapi antara lain adalah belum berjalannya pendampingan terhadap para guru yang mengajar, keterlambatan sampainya buku panduan ke tangan guru dan siswa juga belum bisa diterapkannya kurikulum ini di semua sekolah.

Sekjen Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) Retno Listyarti mengatakan semua masalah di lapangan terkait implementasi kurikulum menunjukkan dengan jelas pemerintah tidak siap dan tidak serius menjalankannya. Retno mengatakan kurikulum baru adalah proyek 'buru-buru' yang pada akhirnya mengorbankan kepentingan para peserta didik.

Terkait pertemuan dan lobi dengan Wakil Presiden (Wapres) Boediono, Retno mengatakan proses ini baru memasuki tahap penyerahan dua laporan pemantauan FSGI per 11 Juli 2013 dan per 30 Juli 2013. Pengiriman laporan sudah ditanggapi asisten pribadi Wakil Presiden Boediono.

"Ada rencana Wapres akan memfasilitasi FSGI berdialog dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud)," jelasnya, Selasa (13/8/2013).

Pada pertemuan yang masih dalam tahap perencanaan ini, FSGI akan mengajukan dua usulan. Usulan pertama adalah meminta dibentuknya tim independen di luar Kemendikbud untuk melakukan evaluasi implementasi kurikulum 2013 per tiga bulan. Tim ini, lanjutnya, harus dibentuk Wapres dan melaporkan pula hasil evaluasinya di lapangan ke Wapres.

Sementara itu usulan kedua adalah menyampaikan pelanggaran hukum dan hak-hak anak atas terlambatnya implementasi kurikulum 2013. Masih carut marutnya implementasi kurikulum baru di lapangan jelas melanggar hak anak untuk mendapatkan pendidikan dan pengajaran yang baik dari pemerintah.

"Kami berharap usulan kami diperhatikan karena hal ini berdasarkan fakta di lapangan dan juga mempertimbangkan kepentingan anak-anak," ucapnya. (metrotv)

Editor: Robertus_Rimawan

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas