Selasa, 3 Maret 2015

Bahagia di Usia 40 Tahun Meski Tanpa Anak?

Kamis, 8 Agustus 2013 00:45 WITA

Bahagia di Usia 40 Tahun Meski Tanpa Anak?
SHUTTERSTOCK
Ilustrasi ibu dan anak. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Semakin banyak pasangan (khususnya dari sisi perempuan) dengan usia matang dan kehidupan yang mapan, memutuskan untuk tidak memiliki anak. Ada banyak pertimbangan yang membuat mereka memutuskan untuk tidak mempunyai anak. Ada yang merasa anak bukanlah tujuan utama dalam pernikahan, mempertimbangkan usia dan faktor kesuburan, dan kondisi kesehatan masing-masing.

Akan tetapi, urusan momongan memang rahasia Tuhan yang akan menjadi misteri. Pasangan yang bertekad tidak memiliki anak ternyata kemudian berubah pikiran. Atau, mereka yang kesulitan memiliki anak, akhirnya memutuskan untuk menerima kenyataan akan ketidakhadiran anak dalam kehidupan rumah tangga mereka. Lalu, mereka berusaha mengisi kehidupan dengan mengejar passion mereka yang lain.

Seperti yang dialami Aimee Cebulski, penulis The Finding 40 Project. Di usianya yang sudah 40 tahun, ia belum dikaruniai seorang anak. Namun kecintaannya pada travelling, mendorongnya untuk berbagi cerita saat bertemu dengan 30 perempuan dari 10 negara, di mana usia mereka juga beranjak 40 tahun.

Di antara 30 perempuan tersebut ada yang berprofesi sebagai pekerja profesional, ibu rumah tangga, hingga entrepreneur. Ada yang tinggal di desa terpencil jauh dari hiruk pikuk ibu kota, ada beberapa yang memilih untuk tidak memiliki anak, ada yang menjadi ibu di kemudian hari, lalu salah satu dari mereka akhirnya menikah pada usia 40  tahun dan tengah menantikan anak pertamanya setelah berusia 41 tahun.

Tidak peduli bagaimana pun situasi atau kondisi mereka, banyak dari para perempuan tersebut yang mencari cara untuk menjalani hidup dengan baik. Mereka ingin menjadi bahagia pada usia 40 tahun, dengan atau tanpa anak. Lalu, apa yang dapat para perempuan tersebut ajarkan pada kita untuk tetap bahagia di usia 40 tahun meski tanpa anak?

Jujur pada diri sendiri. Para perempuan yang memilih untuk tidak memiliki anak berjuang menghadapi tekanan sosial dari masyarakat. Mereka mendorong orang lain untuk mengikuti kata hati mereka sendiri ketika mengalami hal tersebut.

Simona, wanita asal Brescia, Italia mengatakan: "Mengapa hal itu begitu sering ditanyakan kepada perempuan? Mengapa mereka tidak menanyakan hal serupa pada kaum pria yang di usia 40 tahun belum menikah dan tidak memiliki anak?"

Halaman12
Editor: Robertus_Rimawan
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR ANDA

TRIBUNnews.com © 2015

About Us

Help

Atas