• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Selasa, 2 September 2014
Tribun Manado
Home » Opini

Doa Bapa Kami, Bentuk Persekutuan Sempurna Allah dan Manusia

Selasa, 30 Juli 2013 14:47 WITA

Renungan Hari Minggu XVII
Oleh Pastor Chris Sumarandak MSC, Pastor Paroki Ratu Rosario Suci Tuminting

Sering kali kita ketemu dengan pertanyaan-pertanyaan sekitar 'doa'. Bagaimana sih cara berdoa yang benar, kalau berdoa apakah harus pake bahasa yang baku, seberapa beda kualitas doa lafalan (Bapa Kami, Salam Maria, dst) dengan doa spontan. Bahkan dengan pertanyaan bernada keraguan atau keputusasaan; Mengapa Tuhan tidak mendengarkan doaku, Tuhan hanya berpihak pada orang lain, sedangkan saya tidak. Saya sudah rajin berdoa, beramal dan berkurban, tetapi mengapa justru saya mengalami malapetaka atau sakit? Apa mungkin doa saya salah ya.

Itulah beberapa pertanyaan dari sekian banyak pertanyaan yang sering kita temui di sekitar doa atau bahkan mungkin yang sendiri kita alami.

Dalam bacaan pertama digambarkan bagaimana karena ketidaksetiaan manusia pada Tuhan (dosa) dan akibatnya (hukuman). Akibat beratnya dosa yang tergambar dari Sodom atau Gomora yang sudah selayaknya 'dibinasakan'. Karena kedekatan Abraham dengan Tuhan, maka masih terjadi negosiasi. Sekiranya masih ada orang yang setia....dan karena belas kasih Allah, dalam pernyatan Tuhan kepada Abraham: "Aku tidak akan memusnakannya demi yang sepuluh itu".

Wujud negosiasi antara ketidaksetiaan manusia pada belas kasihan Allah ini lebih sempurna lewat negosiator Perjanjian Baru ialah Kristus yang bahkan menyerahkan nyawa untuk keselamatan kekal umat manusia. ".... Surat utang yang oleh ketentuan hukum mendakwa dan mengancam kita, telah dihapuskanNya dan ditiadakanNya dengan memakukannya pada kayu salib". (Bacaan kedua Kol. 2:12-14).

Kekurangmampuan kita untuk setia kepada Tuhan membuat kita merasa jauh dari Tuhan. Itu sebabnya kita sering binggung dan sibuk dengan mencari pelbagai cara/metode untuk mendekati Tuhan, bahkan mungkin dengan cara memaksa, mengancam Tuhan untuk pelbagai keinginan manusia kita.

Kedamaian yang menjadi keinginan terdalam dari manusia, terbaca oleh murid Yesus ketika melihat keintiman, kedekatan, persekutuan Yesus dengan Bapa-Nya,....Tuhan, ajarilah kami berdoa". Bacaan Injil.

Maka Yesus mengajari kita berdoa dengan Doa-Nya, Doa Tuhan, dalam Bahasa Indonesia disebut 'Doa Bapa Kami'.

Doa Bapa Kami adalah doa sempurna, doa yang mengandung segala persyaratan dalam doa.

Doa yang diajarkan Yesus kepada murid-murid-Nya dalam Matius 6:9-13 dan Lukas 11:2-4, Matius 6:9-13.

Sebagian orang memperlakukan Doa Bapa Kami sebagai sebuah mantra, sepertinya kata-kata doa  itu sendiri memiliki kuasa tertentu atau dapat mempengaruhi Tuhan. Doa Bapa Kami adalah doa sempurna persekutuan dengan Tuhan, terlebih kalau kita mendoakan itu dalam bentuk percakapan, komunikasi pribadi dengan Tuhan.

Kitab Suci mengajarkan bahwa Tuhan lebih tertarik kepada isi hati kita saat kita berdoa dan bukan dengan kata-kata kita. Matius 6:6 mengajar kita, "Tetapi jika engkau berdoa, masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu dan berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat yang tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu."

Matius 6:7 lebih lanjut mengatakan, "Lagipula dalam doamu itu janganlah kamu bertele-tele seperti kebiasan orang yang tidak mengenal Allah. Mereka menyangka bahwa karena banyaknya kata-kata doanya akan dikabulkan".

Dan juga, Doa Bapa Kami perlu dipandang sebagai contoh mengenai bagaimana berdoa. Doa Bapa Kami mengajar kita berdoa, memberi kita "bahan-bahan" yang perlu ada dalam doa kita.

Sekedar info:

Berikut ini adalah detilnya. "Bapa kami yang di surga" mengajar kita kepada siapa kita berdoa, sang Bapa.

"Dimuliakanlah nama-Mu" memberitahu kita untuk menyembah Tuhan dan untuk memuji Tuhan.

"Datanglah kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di atas bumi seperti di dalam Surga" mengingatkan kita bahwa kita perlu berdoa untuk rencana Tuhan dalam hidup kita dan dalam dunia, bukan rencana kita sendiri. Kita berdoa agar kehendak Tuhan yang terjadi, bukan keinginan kita.

"Berilah kami rejeki pada hari ini" kita diminta untuk meminta kepada Tuhan untuk hal-hal yang kita butuhkan.

"Ampunilah kesalahan kami, seperti kamipun mengampuni yang bersalah kepada kami" mengingatkan kita untuk mengakui dosa kita kepada Tuhan dan berbalik dari dosa, dan juga mengampuni orang-orang sebagaimana Tuhan telah mengampuni kita.

Penutup dari Doa Bapa Kami, "dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan tetapi bebaskan kami dari yang jahat" adalah seruan minta tolong untuk dapat mengatasi dosa dan mohon perlindungan dari serangan si jahat.

Dengan doa ini kita diajak untuk memanggil Allah sebagai Bapa, sebab kita telah diangkat menjadi anak-anak Bapa. Selengkapnya, doa Bapa Kami merupakan doa yang seluruhnya mengandung pujian/penyembuhan, penyerahan diri, pertobatan dan permohonan kita seperti yang dilakukan Abraham di hadapan Allah Bapa.

Saudara-saudari, dengan memaknai doa Bapa Kami, kitapun dapat menilai, apakah selama ini doa-doa kita sudah cukup baik. Marilah kita menilik hati kita sendiri, apakah sudah selayaknya kita hayati dan resapkan di dalam hati. Jangan sampai kita hanya menghafalkan kata-katanya saja, tanpa menjadikan kata-kata itu sebagai ungkapan hati. Atau sebaliknya kita sudah kurang mengucapkannnya, karena kita lebih suka dengan kata-kata sendiri/spontan. Doa Bapa Kami ini juga menjadi contoh mengenai bagaimana kita patut berdoa. Ingat. dalam doa, Tuhan lebih tertarik pada persekutuan kita dengan-Nya dan ungkapan isi hati kita daripada pada kata-kata yang kita ucapkan (kata-kata melambung tinggi dan panjang-panjang). Filipi 4:6-7 mengatakan "Jangalah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakannya dalam segala hal keinginannmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur. Damai sejahtera Allah yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus."

Selain doa-doa spontan maupun doa hening, marilah kita lengkapi dengan tetap mengucapkan doa Bapa Kami ini dengan sikap batin yang baik. Dan karena Doa ini adalah doa yang berasal dari Yesus sendiri, maka marilah kita mengucapkannya dengan kasih yang besat kepada Yesus.

Penulis: David_Manewus
Editor: Robertus_Rimawan
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
395733 articles 8 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas