• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Jumat, 31 Oktober 2014
Tribun Manado

Kedapatan Gratifikasi, Calon Pelsus GMIM Langsung Gugur

Sabtu, 27 Juli 2013 21:09 WITA
Kedapatan Gratifikasi, Calon Pelsus GMIM Langsung Gugur
gmimkamang.org
Logo Sinode GMIM.

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO  - Meski pemilihan penatua dan syamas atau pelayan khusus nanti berlangsung tanggal 11 Oktober 2013. Namun di internal Gereja Masehi Injili Minahasa (GMIM) Pembicaraan ini semakin hangat dibicarakan. Bahkan guna menyukseskan pemilihan pelayan khusus (pelsus) di setiap kolom, jemaat, wilayah dan tingkat Sinode maka semua proses pemilihan telah diatur dengan terbitnya petunjuk pelaksanaan pemilihan dan agenda pemilihan di semua aras tahun 2013-2014.

Menariknya dalam petunjuk pelaksanaan (juklak) pemilihan pelsus khususnya pada halaman 10 yang memuat kriteria calon pelayan khusus yang bisa dipilih diantaranya pada poin delapan (h) disebutkan, bakal calon syamas dan calon penatua tidak bisa mengaktifkan diri dalam kegiatan kelompok bukan GMIM yang bertentangan dengan pengakuan GMIM, tidak dibaptis ulang, tidak penjudi, tidak pemabuk, tidak baku piara dan tidak melakukan persinahan.

Sedangkan pada kriteria poin pertama telah menegaskan bahwa bakal calon syamas dan calon penatua ialah anggota sidi jemaat yang berumur sekurang-kurangnya 25 tahun dan setinggi-tingginya 65 tahun (disaat HUT) pada saat pemilihan. Beberapa poin krusial ini kata Elvis Jerry Kussoy, Ketua Panitia Pemilihan di Jemaat GMIM Petra Pinili, harus ditaati seluruh warga GMIM terutama para bakal calon.

Kussoy juga menyentil di kriteria itu menyebutkan seorang bakal calon pelayan khusus tidak bisa memiliki keanggotaan ganda. Artinya terdaftar di dua jemaat. '' Kalau itu yang terjadi sesuai aturan tentu langsung gugur, '' ujarnya.

Beberapa hal lainnya yang tak bisa dilanggar antara lain, bakal calon terdaftar dan tinggal tetap di jemaat dan kolom yang bersangkutan, sekurang-kurangnya enam bulan secara terus menerus sebelum pemilihan. '' Kemudian tentu kalau dalam pemilihan penatua dan syamas, seorang yang berstatus pendeta dan guru agama, termasuk vikaris sesuai ketentuan tidak bisa, '' ujarnya.

Selain itu yang tidak kalah pentingnya bakal calon penatua dan syamas tidak sedang dikenakan disiplin gerejawi. Sedangkan dalam syarat-syarat pemilihan sesuai juklak tertera antara lain, calon tidak dibenarkan melakukan gratifikasi kepada para pemilih.(war)

Penulis: Warsteff_Abisada
Editor: Aswin_Lumintang
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas