Jumat, 19 Desember 2014
Tribun Manado

Sekilas Sejarah Masuknya Injil Kristen di Tanah Minahasa

Jumat, 26 Juli 2013 20:48 WITA

Sekilas Sejarah Masuknya Injil Kristen di Tanah Minahasa
istimewa
Kantor Sinode GMIM

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Masuknya agama kristen di tanah Minahasa mempunyai sejarah panjang. Sebagian sejarah itu dipaparkan secara singkat dalam tulisan ini.
1563
Kekristenan pertama kali datang di Minahasa. Dan di bawa oleh missionaries Katolik dari Portugis. Pada tahun ini juga, mereka membaptis sekitar 1500 orang Minahasa.

1570
Perang antara Portugis dan Ternate , yang membuat pekabaran injil ke wilayah lain di minahasa menjadi terhambat. Sehingga wilayah lain di sekitarnya beberapa wilayah di Sulawesi Utara tidak diinjili.

1831,
12 Juni
Dua misionaris Jerman yang dididik di Belanda, yaitu Johann Friedrich Riedel dan Johann Gottlieb Schwarz tiba di daerah Minahasa untuk memberitakan Injil.

1817
Joseph Kam datang ke Minahasa untuk pertama kali, kontribusinya adalah menyarankan para missionaries agar menginjili di Minahasa.

1875
Kepengurusan jemaat Protestan di Minahasa dialihkan ke suatu sinode Gereja Protestan yang disebut GPI (Gereja Protestan Indonesia ) atau The protestantsche Kerk In Nedherlandsch-Indhie. Dibawah kepengurusan GPI gereja di Minahasa semakin bertumbuh, banyak penginjil dan pendeta asal Minahasa yang kemudian menginjili di wilayah Indonesia Barat dan Tengah.

1880
Lebih dari 80% dari populasi telah dibaptis dan lainya telah menjadi hamba Tuhan, namun begitu gereja di Minahasa masih dibawah pengawasan GPI.

1934
30 September
Jemaat Protestan di Minahasa terlepas dari Gereja induknya, The protestantsche Kerk In Nedherlandsch-Indhie (Gereja Protestan Indonesia) dan diubah nama menjadi GMIM

1942,
A. Z. R. Wenas, menjadi ketua Sinode pertama yang berasal dari Minahasa.

1958-1961
Pertikaian antara Pemerintah RI dan PERMESTA telah  merusak perumahan dan membunuh banyak warga di Minahasa, sehingga Badan Pekerja Sinode GMIM dalam sidang tanggal 12 Maret 1958 mencetuskan seruan penghentikanlah kekerasan antara PERMESTA dan Pemerintah Pusat.

Penulis: Aswin_Lumintang
Editor: Aswin_Lumintang

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas