Sabtu, 29 November 2014
Tribun Manado

Perusahaan Rusak Lingkungan Sanksi Pidana 10 Tahun Penjara

Rabu, 17 Juli 2013 10:58 WITA

Laporan Wartawan Tribun Manado, Ryo Noor

TRIBUNMANADO.CO.ID,  MANADO -  Sonny Runtuwene, Kepala Bidang  Pengendalian Pencemran lingkungan dan pengelolaan Limbah bahan berbahaya beracun, Badan Lingkungan Hidup Sulut membenarkan dari 9 perusahaan yang masuk kategori hitam, kebanyakan adalah perhotelan.

Hal itu kata dia perhotelan masih belum memiliki tempat penyimpanan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3)

"Contoh limbah lampu , catriks bekas, oli. Semuanya itu harus diletakkan di ruangan tersendiri  kalau sudah banyak di lepas ke pihak yang mengelola," katanya. 

Hal itu pun harus didukung oleh administrasi berupa perizinan permohonan perpanjangan penyimpanan limbah B3.

Meski punya IPAL, namun kebanyak yang masuk daftar hitam, IPALnya tidak berfungsi baik. "Rata-rata ada IPAL, tapi tidak berfungsi dengan baik, dan sesuai aturan.  Untuk melepas air limbah harus ada izin bupati/walikota, dan menyiapkan titik penaatan. Maksudnya sebelum buang ada filter untuk mengetahui kandungan kualitas  air sesuai baku mutu atau tidak. Kebanyakan memang tidak memenuhi persyaratan itu," ujarnya.

Bagi perusahaan yang melanggar tak ada langkah untuk membenahi kebijakannya kata Runtuwene akan berhadapan dengan sanksi pidana. Penyidik PNS lingkun hidup dan Kepolisian bisa melakukan penyidikan.

Memang ada beberapa teguran sebelum sampai pada tahapan pidana. Tak main-main, sesuai UU 32 tentang Perlindungan dan Pengeloaan Lingkungan Hidup,  Pasal 97 sampai 101 mengatur tentang ketentuan pidana, "Apabila dengan sengaja melakukan pencemaran lingkungan diganjar kurangan penjara paling singkat 3 tahun, paling lama 10 tahun. Denda sedikit-sdikitnya 3 Miliar setinggi-tinginya Rp 10 miliar. Jadi sudah dikurung harus bayar lagi," kata dia. (ryo)

Penulis: Ryo_Noor
Editor: Andrew_Pattymahu

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas