• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Selasa, 29 Juli 2014
Tribun Manado

Data Tentang Pariwisata Bunaken Masih Kurang

Kamis, 11 Juli 2013 17:50 WITA
Data Tentang Pariwisata Bunaken Masih Kurang
SHUTTERSTOCK
Ilustrasi.

Laporan wartawan Tribunn Manado Herviansyah

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Data mengenai pariwisata di Bunaken sampai saat ini masih minim. Padahal hal tersebut cukup penting untuk meningkatkan pariwisata di Sulawesi Utara (Sullut).

Demikian diakui oleh Antonius Simbolon dari Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Utara (Sulut) dalam Penguatan Teknis Kelompok Kerja DMO Bunaken Direktorat Perancanangan Destinasi dan Investasi Pariwisata Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif di Swisbell Maleosan Manado, Kamis (11/7/2013).

Untuk itu dalam pemaparan data pariwisata saat ini skalanya Sulut saja, sedangkan kabupaten dan kota seperti Manado, Bitung dan Minahasa Utara (Minut) tidak dilakukan. Saat ini data yang ada di BPS antara lain statistik kunjungan tamu asing, statistik kunjungan wisatawan nusantara dan statistik jasa akomodasi.

Sedangkan untuk statistik kunjungan  tamu asing biasanya diambil melalui pelabuhan laut dan udara, pengumpulan kartu kedatangan/keberangakat Direktorat Jenderal Imigrasi Sulut, selain itu diambil dari tiga UPT  Imigrasi seperti di Bandara Samrat, Pelabuhan Bitung, Tahuna, Miangas, Marore.

Sedangkan yang disebut sebagai wisatawan adalah mereka yang menginap lebih dari 24 jam, namun kurang dari 6 bulan. Sedangkan pelancong adalah mereka yang melakukan kunjungan kurang dari 24 jam.

Sedangkan menurut John Rembet dari perwakilan Dishubkominfo Sulut mengungkapkan untuk membantu pariwisata di Sulut saat ini pihaknya telah membangun beberapa BTS di Bunaken, sehingga masyarakat dari penjuru dunia manapun bisa mengakses informasi tentang Bunaken. Dan dari Bunaken bisa mengakses internet.

Selain itu disediakannya website untuk masyarakat bisa menggali informasi mengenai Bunaken, dengan membuka situs tersebut.

Sedangkan menurut Ketua Destination Manajemen Organitation (DMO) Bunaken Winda Mingkit mengungkapkan kegiatan ini dilakukan untuk menyatukan persepsi dalam hal memberikan data mengenai tempat wisata. Sebab selama ini antara satu pihak dengan pihak lainnya memiliki data yang berbeda-beda mengenai informasi wisata.

Padahal hal tersebut cukup penting untuk menarik wisatawan agar semakin banyak yang datang ke Bunaken. diharapkaan tahun depan sudah ada informasi yang sama mengenai segala sesuatu terkait wisatawan.

Pelaksana Teknis DMO Bunaken Danesta Febianto Nugroho mengungkapkan dengan diadakannya workshop ini diharapkan informasi mengenai tempat wisata dapat disatukan, sehingga nantinya memperoleh data yang akurat

Sehingga akan semakin mudah mmmasyarakat memperoleh informasi pariwisata. "Sebab saat ini data yang dimiliki mengenai pariwisata masih kurang untuk diakses masyarakat," tuturnya.

Penulis: Herviansyah
Editor: Robertus_Rimawan
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas