Kamis, 27 November 2014
Tribun Manado

Tamrin Disiram Munarman, Pemuda Maluku Tak Akan Terprovokasi

Minggu, 30 Juni 2013 20:24 WITA

TRIBUNMANADO.CO.ID-Front Pemuda Muslim Maluku (FPMM) menyayangkan aksi siram teh yang dilakukan Juru Bicara Front Pembela Islam (FPI) Munarman kepada putra asli Maluku yang juga sosiolog, Tamrin Amal Tomagola. Meski demikian, FPMM meminta agar seluruh warga Maluku tidak terprovokasi.

"Kemarin ada kejadian yang tak mengenakkan, bahwa orang Maluku berseteru dengan kelompok FPI. Kita akan sikapi dengan dewasa dan tidak emosional," ujar anggota Dewan Pembina FPMM Ongen Sangaji dalam acara silaturahmi FPMM di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Minggu (30/6/2013).

Ongen mengaku banyak beredar pesan singkat yang bisa memancing emosi warga Maluku di Jakarta. "Saya minta semuanya tidak terprovokasi, orang Maluku jangan terpengaruh adu domba," ucap Ongen.

Ongen yang juga Ketua DPD Hanura DKI Jakarta itu mengajak agar seluruh warga Maluku berjabat tangan. "Mari bicara dari hari ke hati saja, daripada berkelahi," katanya.

Diberitakan sebelumnya, Juru Bicara FPI Munarman menyiram secangkir air teh kepada pengamat sosial, Tamrin Amal Tomagola. Insiden ini terjadi saat keduanya menjadi narasumber acara "Apa Kabar Indonesia Pagi" di TV One, Jumat (28/6/2013).

Munarman dan Tamagola dihadirkan TV One untuk membahas pelarangan aksi sweeping tempat hiburan malam selama bulan Ramadhan. Silang pendapat di antara kedua narasumber terjadi selama perbincangan.

Sepanjang sesi, Munarman menyatakan tak sependapat dengan Tamagola. Puncaknya ketika Tomagola menyela saat dia berbicara, Munarman langsung menyiramkan minuman yang disuguhkan ke arah Tamagola.

Merespons insiden ini, TV One melalui akun @akipagi_tvone, menyampaikan permintaan maaf. Sementara itu, melalui akun Twitter-nya, @tamrintomagola, Tomagola menulis tak akan meladeni preman.

"Biarkan publik yang menilai dan beri hukuman sosial yang setimpal. Saya tidak mau melayani preman," tulis dia seusai acara.

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
Editor: Andrew_Pattymahu
Sumber: Kompas.com

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas