Senin, 22 Desember 2014
Tribun Manado

Kapolda Sulut Panggil Penyidik Tipikor

Rabu, 26 Juni 2013 09:53 WITA

Kapolda Sulut Panggil Penyidik Tipikor
Kapolda Sulut Brigjen Dicky Atotoy berjabat tangan dengan brigjen Ronald Kaligis di Mabes Polri.
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO-Kapolda Sulut, Brigjen Pol Robby Kaligis sangat serius memberantas korupsi di bumi nyiur melambai. Ini dibuktikan dengan langkah diambil oleh Kapolda yang memanggil semua penyidik Tipikor di ruang rapat, Selasa (25/6).

“Tadi semua penyidik Krimsus (Kriminal Khusus) dipanggil pertemuan dengan Kapolda Sulut,” kata Kasubdit Tipikor Polda Sulut, AKBP Grubert Ughude kepada Tribun Manado. Saat ditanya  isi pertemuan tersebut, dirinya pun enggan membeberkannya.  “Tanya saja ke humas,” ucapnya.

Sementara itu, usai menggelar pertemuan, sekitar pukul 16.00 WITA, Kapolda Sulut pun menemui sejumlah wartawan di ruangannya dengan ditemani oleh Wakapolda Sulut Kombes Kartono Wangsadisastra serta Irwasda Kombes Sutoyo.

Kepada sejumlah wartawan, dirinya membenarkan pertemuan tersebut. “Saya hanya memberikan semangat kepada penyidik dan memberikan arahan,” ucapnya. Setelah mengungkapkan hal tersebut, Kapolda pun menanyakan sejumlah kasus korupsi kepada wartawan yang belum selesai penanganannya seperti pungutan liar di Fakultas Hukum Unsrat yang tersangkanya adalah dekan Merry Kalalo, kasus pembangunan stadion olah raga di beberapa daerah yang merupakan anggaram ABPN serta kasus-kasus lainya.

“Coba sebutkan kasus apa saja. Saya mau catat dan akan dicari mana yang akan lebih dahulu akan diselesaikan,” katanya sambil mengelurkan secarik kertas dan kemudian mencatat kasus-kasus korupsi yang disebutkan oleh sejumlah wartawan.

Sementara itu, pada pertemuan tersebut Wakapolda mengungkapkan sejauh ini penangan kasus korupsi masih terus berjalan. Dirinya memang mengakui jika penangannya terkesan lama. “Karena ini bukan seperti kasus kriminal lainnya. Ini harus menunggu hasil audit dan lainnya,” terangnya.

Selain itu, lanjutnya, persoalan yang dihadapi oleh Polda dalam penanganan kasus korupsi yakni pada jumlah personil yang kurang. Namun, untuk mengatasi hal tersebut Polda tentunya tak lepas tangan. Dia pun akan melakukan seleksi terhadap anggota polisi yang bisa ditempatkan menjadi penyidik pembantu Tipikor. “Kami saat ini sedang mendidik 216 bintara. Diharapkan dari antara mereka bisa menjadi penyidik pembantu,” tuturnya.
Kapolda Sulut pun menambahkan bahwa selama kasus korupsi belum di SP3, tetap akan diproses. “Kita tidak masuk angin. Tetap akan dipecahkan. Intinya tetap dilaksanakan sidik,” tegas Kapolda Sulut. (kev)
Penulis: Kevrent_Sumurung
Editor: Andrew_Pattymahu

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas