A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

Tatong Bara Berurai Air Mata - Tribun Manado
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Selasa, 29 Juli 2014
Tribun Manado

Tatong Bara Berurai Air Mata

Selasa, 25 Juni 2013 08:47 WITA
Tatong Bara Berurai Air Mata
IST
Pasangan Tatong dan Jainuddin mengucap syukur dengan melafalkan doa, tampak pula Yasti Soepredjo yang mendukung penuh pasangan ini.
Laporan wartawan Tribun Manado Edi Sukasah

TRIBUNMANADO.CO.ID, KOTAMOBAGU
‑ Pendukung pasangan Tatong Bara-Jainuddin Damopolii (TB Jadi) bersorak gembira dan turun ke jalan menggelar konvoi. Berdasar quick count yang digelar tim sukses pasangan nomor urut 1 ini, jago Partai Amanat Nasional ini meraup kemenangan mutlak dalam Pemilihan Wali Kota Kotamobagu, Senin (24/6/2013).

Dalam penghitungan cepat tim TB Jadi, jago mereka mendapatkan 35.481 suara atau 51,86 persen. Angka ini jauh mengungguli pasangan Djelantik Komodompit-Rustam Simbala (Djelas) yang memperoleh 27.318 suara atau 39,93 persen.

Masih berdasarkan data dari hitung cepat TB Jadi, di urutan ketiga ada pasangan Muhammad Salim Landjar-Ishak Sugeha (Laris) dengan perolehan suara 4.759 suara atau 6.96 suara dan di posisi terakhir ada Nurdin Makalalag‑Sahat Robert Siagaian (BeNar) mendapat 855 suara atau 1,25 persen.

Kemarin, pascapemilihan, para pendukung TB Jadi berkonvoi keliling kota. Ini seperti terlihat di simpang empat Kelurahan Matali, Sinindian, dan di wilayah Utara Kotamobagu. Beberapa di antaranya memutar lagu‑lagu TB Jadi dengan pelantam dari kendaraan yang mereka pakai.

Suka cita juga terlihat di rumah Tatong Bara yang berada di Kelurahan Matali. Halaman rumah dinas Wakil Wali Kota Kotamobagu penuh sesak, tak bisa menampung kehadiran para pendukung TB Jadi. Mereka benar-benar kegirangan.

Kebahagian terpancar di wajah Tatong Bara yang masih mengenakan pakaian seperti saat dia mencoblos di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 5 Matali. Para pendukung yang datang langsung memeluk perempuan ini. Rasa haru tak bisa disembunyikan Tatong. Dia berurai air mata, menangis bahagia.

Di tengah kebahagiaan tersebut, rombongan Gubernur Sulawesi Utara Sinyo Harry Sarundajang tiba di kediaman Tatong. Kunjungan tak berlangsung lama. Saat itu, Gubernur SHS menitipkan pesan agar pendukung tidak larut dalam euforia. "Jangan terlalu banyak euforia. Jaga keamanan," kata Sarundajang.

Tak lama kemudian datang Sekretaris Provinsi Sulut Siswa Rahmat Mokodongan bersama istrinya. Keharuan tak terbendung saat Tatong bertemu dengan Rahmat. Air mata kembali menitik di pipi Ketua DPW PAN Sulut ini.

Tatong Bara menyatakan rasa syukur atas perolehan suara ini. Menurutnya, kemenangan itu atas doa dan dukungan masyarakat dan tim pemenangan yang solid.

"Alhamdulillah. Pertama saya bersyukur. Ini karena Allah mendengar semua doa masyarakat. Ini berkat kerja tim yang luar biasa. Saya harap ini bisa terjaga sampai pleno KPU Kotamobagu nanti. Berdasarkan yang C1, kami leading dan perbedaan yang jauh," ujar Tatong.

Menurutnya, masyarakat sudah cerdas. "Tidak perlu menekan atau arogan karena sudah tahu. Dan, manajemen di lapangan sangat penting. Pertukaran informasi cepat. (Masyarakat) mengetahui setiap perkembangan dan tidak bisa melakukan pembohongan. Ini dimanfaatkan dalam strategi pemenangan," kata dia.

Tatong mengaku secara personal tak mempunyai persoalan dengan semua kandidat. Dia mengibaratkan, pemilukada ini sebuah permainan yang sudah berakhir. "Permainan dalam arti yang luas. Game ini telah selesai dan harus ada yang menang dan kalah. Tidak ada persoalan pribadi," kata dia.

Berdasar pantauan Tribun Manado, di sejumlah TPS, raupan suara pasangan TB‑Jadi mengungguli tiga kandidat lainya. Seperti informasi yang didapat di Kotamobagu Utara. Dari 37 TPS yang ada di kecamatan ini, 34 di antaranya dimenangi oleh pasangan TB Jadi. Tiga TPS tersisa dikuasai oleh pasangan Djelas.

Pasangan ini juga unggul di TPS 4 Kelurahan Mogolaing, tempat Djelantik memilih. Pasangan TB Jadi mendapatkan 151 suara dari 310 suara. Sementara Djelas mendapatkan 138 suara.

Di tempatnya memilih, TPS 5 Kelurahan Matali, TB Jadi meraup 241 dari 390 suara. Sedangkan Djelas mendapatkan 116 suara.

Di TPS Khusus yang diperuntukkan bagi para tahanan, TB Jadi kembali unggul. Dari 65 tahanan yang memberikan suara, 45 memilih TB Jadi. Di TPS Khusus ini, pasangan Djelas berada di urutan ketiga dengan perolehan suara tujuh. Di urutan kedua pasangan Laris dengan perolehan 11 suara.

Kandidat incumbent, Djelantik Mokodompit mengaku belum kalah. Djelantik yang berpasangan dengan Rustam Simbala mengatakan masih menunggu hasil pleno KPU Kotamobagu.

"Saya tidak mengaku menang atau kalah, karena menunggu proses di KPU.  Saya mengimbau pada seluruh masyaraka untuk menjaga keamanan dan ketertiban. Jangan sampai terpancing," kata dia.

Berbeda dengan kubu TB Jadi yang mengeluarkan rilis hasil perhitungan, tim Djelas belum mengeluarkan hasil hitung cepat. Namun Lucky Makalalag dari Tim Pemenangan Djelas mengklaim pasangan yang diusung Partai Golkar dan PDIP ini meraup suara terbanyak dan mengungguli TB Jadi.

"Suara masuk sebanyak 51.410. Kami mendapatkan 50 persen suara. Sementara pasangan TB Jadi sekitar 46 atau 47 persen suara. Tapi kami juga akan mempertanyakan partisipasi pemilih yang kurang," kata dia.

Rasa tidak puas disampaikan Calon Wali Kota, Muhammad Slim Landjar. Dia melihat ada politik uang.  Namun, dia menegaskan tidak akan menggugat hasil pemungutan suara tersebut.

"Saya akan menunggu sampai selesai. Namun disayangkan politik uang yang terjadi. Calon pemimpin cenderung melakukan segala cara untuk menang. Tapi saya tidak akan melakukan upaya hukum untuk kasus tersebut," kata dia.

Pihak KPU Kotamobagu meminta para kandidat untuk bersabar. "Proses masih berlangsung. Setelah rekapitulasi di PPS (Panitia Pemungutan Suara) kemudian ada rekapitulasi di PPK (Panitia Pemilihan Kecamatan). KPU menargetkan pleno rekapitulasi dilakukan untuk tingkat kota pada 28 atau 29 Juni," ujar Ketua KPU Kotamobagu, Nayodo Koerniawan.



Sumber: Tribun Manado Cetak.
Ikuti terus perkembangan berita ini melalui topik: Pemilukada Kotamobagu.
Penulis: Edi_Sukasah
Editor: Robertus_Rimawan
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas