Selasa, 25 November 2014
Tribun Manado

Kurikulum Baru, Guru Kini Mengajar 38 Jam

Selasa, 25 Juni 2013 10:03 WITA

Kurikulum Baru, Guru Kini Mengajar 38 Jam
SHUTTERSTOCK
Ilustrasi.
Kurikulum 2013 memantik pro kontra. Meski demikian, kurikulum ini tetap diberlakukan dan guru bersiap melaksanakannya.

KEMARIN, ratusan guru mengikuti seminar nasional tentang kesiapan menghadapi Kurikulum 2013 di Gedung Serbaguna Pemko Manado. Mereka antusias mengikuti kegiatan yang dihelat Penerbit Erlangga dan Dinas Pendidikan Kota Manado.

Pakar pendidikan Dr Hermana Sumantri dari Pusat Kurikulum dan Perbukuan Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, tampil sebagai nara sumber. Sedang seminar dipandu Kepala SMAN 1 Manado, Jacky Kojo.

Hermana mengungkapkan, kurikulum yang baru jelas memiliki perbedaan dengan kurikulum lama. "Kurikulum 2013 memperbaiki, meyempurnakan dan menambah apa yang belum ada di kurikulum sebelumnya sesuai dengan amanah konstituasi dan undang-undang. Untuk mata pelajaran relatif sama namun ada yang diubah karena yang terpenting perubahan formulasi kompetensi memunculkan secara ekplisit, spiritual dan sosialisasi yang perlu diimplementasikan," tuturnya.

Dalam Kurikulum 2013 ini, untuk mata pelajaran IPA dan IPS ditiadakan bagi kelas 1 hingga kelas 3 dan baru ada di kelas 4 hingga 6. Meski demikian, belum semua sekolah bisa melaksanakan kurikulum baru ini. Dan karena ini tahun pertama, maka masih ada toleransi.

Pada sesi tanya jawab, sejumlah guru antusias melayangkan pertanyaan. Yohanies Tumbel, guru SMPN 3 Manado langsung angkat tangan, ingin mengetahui tentang alokasi waktu pelaksanaan kurikulum.

"Yang menjadi pertanyaan saya tentang implementasi kurikulum yang lama dan baru tentang alokasi waktu. Jumlah waktu mengajar yang lama 32 jam dan baru 38 jam, itu bagaimana" tanya Yohanes.

Selain itu, guru ini mempertanyakan penerapaan mata pelajaran IPA dan IPS karena sistem ilmu yang terintegrasi sampai menghasilkan sarjana yang memiliki pengetahun ekonomi, sejarah dan geografi.

Sementara itu, Silvia Palandung, guru di SMAN 3 Manado memberikan masukan dimana menurutnya saat ini kurikulum bergerak dinamis. "Kurikulum di tingkat Dikdas dan Dikmen lebih baik sementara kurikulum Dikti statis. Karena sesuai perkembangan, ketika mahasiswa yang melakukan praktik kerja lapangan persiapan yang dibawa Kurikulum 1984," tuturnya.

Dalam tanggapannya, menurut Hermana untuk jam belajar pada kurikulum baru dan lama mestinya ditanggapi positif oleh para guru. "Karena selama ini ada guru yang mengatakan kekurangan jam, ketika ditambah jadi persoalan. Ini karena dinamika. Penambahan jam supaya pembelajaran dengan pendekatan peserta didik secara aktif bisa berlangsung," tandasnya.(christian wayongkere)

Sumber: Tribun Manado Cetak.
Penulis: Christian_Wayongkere
Editor: Robertus_Rimawan

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas