Breaking News
Selasa, 9 Juni 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Pembunuhan Ayu Basalamah

Tim Inafis Bawa Sendal Milik Ayu

Tim Labfor Polri yang datang ke Kotamobagu berjumlah tiga orang.

Tayang:
Penulis: | Editor: Andrew_Pattymahu


Laporan Wartawan Tribun Manado Edi Sukasah

TRIBUNMANADO.CO.ID, KOTAMOBAGU - Tim dari Laboratorium Forensik (Labfor) Polri Makassar dan Inafis (Indonesia Autofinger Identification System) Polda Sulawesi Utara (Sulutgelar olah tempat kejadian perkara (TKP) terbunuhnya Abdullah 'Ayu' Basalamah di Ayu Salon, Jalan Datoe Binangkang, Rabu (19/6/2013).

Tim Labfor Polri yang datang ke Kotamobagu berjumlah tiga orang. Mereka sudah terlihat di Markas Polres Bolmong sekita pukul 10.00 wita. Namun tak langsung menuju TKP lantaran menunggu kedatangan tim dari Inafis Polda Sulut. Usai makan siang, Tim Labfor dan Tim Inafis baru menuju ke TKP sekitar pukul 13.00 wita.

Pantauan Tribun Manado, dua tim ini langsung bekerja. Seorang petugas tampak memotret TKP dari beberapa sudut pandang. Sebagian lagi tampak masuk ke ruangan salon melalui pintu belakang. Mereka meneliti setiap sudut luar sampai dalam ruangan. Bahkan, kolong dari bangunan tersebut tak luput dari amatan mereka.

Petugas kemudian membawa barang. Seorang petugas dari Labfor bahkan tampak mengambil sampel darah yang tercecer. Pun demikian dengan 'sesuatu' yang tertempel di dinding Salon tersebut. Sendal yang diduga milik 'Ayu' pun mereka amankan. Sepasang sendal tersebut terpisah jauh. Satu berada di kolong, sementara satunya lagi di halaman bangunan belakang salon Ayu.
"Itu sendal Ayu, itu sendal Ayu," ujar Indriyana Paputungan, keponakan Ayu, yang berada di TKP saat melihat sendal yang warna jepitnya biru. Indriyana sempat ditetanangkan oleh sejumlah petugas.

Seorang petugas terlihat naik ke atas untuk memeriksa atap. Informasi yang berhasil dihimpun Tribun, sisa lakban yang digunakan untuk Ayu dilempar ke atas atap bangunan rumah dan kosan yang berada di belakang salon Ayu.
Sedikitnya ada 21 benda yang dimasukkan dalam kantong kertas berwarna coklat oleh Tim Inafis. Sementara, beberapa sampel lain diambil oleh Tim Labfor. Pada olah TKP tersebut tak hanya memeriksa benda-benda yang berada di dalam atau sekitar salon. Tim Labfor tampak melakukan wawancara terhadap beberapa orang yang berada di sekitar salon.

Pemeriksaan dan olah TKP berlangsung berjam-jam. Bahkan sampai pukul 17.00 wita, dua tim tersebut masih berada di TKP. Oleh TKP yang berada di sekitar pusat Kotamobagu tersebut menjadi tontonan puluhan warga. Aparat kepolisian menahan mereka sampai di garis polisi berwarna kuning.

Kasat Reskrim AKP Iver Manosso mengatakan, adanya Tim Labfor dan Inafis menunjukkan usaha maksimal pihak kepolisian dalam pengungkapan kasus tersebut. Dua tim ini kembali melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Beberapa barang dan benda dari TKP akan dibawa dan sebagian diperiksa di Labfor Makassar.

"Sekitar satu atau dua minggu untuk mendapatkan hasil pemeriksaan laboratorium ini. Pemeriksaan di laboratorium bisa jadi lama kalau ada beberapa yang memang harus diteliti lebih rinci," kata Iver yang mendampingi dua tim ini.

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved