PLN Tomohon Diminta Tidak Semena-mena
Penggantian meteran biasa dengan listrik pra bayar (pintar) oleh PT (persero) Perusahaan Listrik Negara (PLN) ranting Kota Tomohon dikeluhkan warga.
Penulis: | Editor:
TRIBUNMANADO.CO.ID, TOMOHON — Penggantian meteran biasa dengan listrik pra bayar (pintar) oleh PT (persero) Perusahaan Listrik Negara (PLN) ranting Kota Tomohon dikeluhkan warga. Sebab, penggantian tersebut dilakukan oleh petugas PLN tanpa diikat perjanjian dan pemberitahuan terlebih dahulu kepada warga yang menjadi pelanggan.
Seperti yang terjadi di Kelurahan Kakaskasen Lingkungan VII dan Kakaskasen II, Selasa dan Rabu (18-19/6). Warga nyaris mengamuk, karena tindakan PLN mengganti meteran di rumah warga terkesan sangat tidak etis. “Warga di Kelurahan Kakaskasen dan Kakaskasen II nyaris mengamuk, sebab tindakan petugas PLN untuk mengganti meteran menggunakan cara-cara yang tidak etis dan tidak terpuji, yakni tanpa izin pemilik rumah,’ sesal Boas Wilar, warga Kakaskasen, kemarin.
Ia menilai tindakan petugas itu, sebagai tindakan yang semena-mena, karena tidak menghormati hak privasi warga yang menjadi pemilik rumah. “Mestinya jika akan ada penggantian meteran disosialisasikan dan dikonfirmasi dulu dengan pemilik rumah, jangan seenaknya masuk ke tempat privasi seseorang, meski meteran tersebut disadari adalah milik Negara,’ katanya.
Menurut Boas, meski listrik pintar adalah program pemerintah secara nasional, namun tak harus dijalankan secara paksa oleh PLN kepada warga, sebab warga juga memiliki hak untuk tidak memakainya. “Warga yang menjadi pelanggan memiliki hak juga untuk tak menggunakan listrik pintar, karena terasa merugikan. Biaya abdomennya lebih besar, masih lebih baik menggunakan meteran biasa,’ tegasnya.
Diharapkan Boas, PLN lebih bijaksana untuk menjalankan program ini, agar bisa sukses, jangan terkesan seperti dipaksakan kepada warga Tomohon. ‘Jangan hanya karena mengejar target realisasi 100 persen, lantas masyarakat yang dikorbankan, dengan menimbulkan keresahan akibat sikap-sikap yang tidak terpuji oleh petugas untuk mengganti meteran,’ tuturnya.
Terpisah, Friska Kawatu, Pelaksana tugas (Plt) Kepala Ranting PLN Kota Tomohon menegaskan pihaknya tidak pernah memerintahkan petugas di lapangan untuk melakukan penggantian meteran dengan cara tidak etis, tapi didahului dengan pemberitahuan dan sosialisasi dahulu kepada warga agar tau menggunakan listrik pintar. ‘Sebelum melakukan tugas di lapangan, semua petugas disini sudah dibekali (briefing) dulu tiap pagi dengan materi misalnya apa keuntungan yang didapat jika menggunakan listrik pintar dan cara menggunakannya. Juga, untuk melakukan pemasangan harus ada pemilik rumahnya, tidak mungkin dilakukan jika tidak ada, sebab mereka memang harus mengajarkan penggunaannya termasuk cara mengisi pulsa,’ terangnya.
Menurut Friska, sangat tidak mungkin penggantian meteran di rumah warga dilakukan secara tiba-tiba oleh petugas, sebab dapat menghambat suskesnya pelaksanaan program itu. ‘Kalaupun ada yang mengganti meteran dengan cara tidak etis, mungkin itu hanya perbuatan oknum saja, tapi kami tidak pernah memerintahkan melakukan tindakan seperti itu. Jadi, akan kami cek lagi, sehingga ke depan tak akan ada keluhan seperti itu lagi,’ tukasnya