Keintjem Minta Indonesia Open Digelar di Manado
Ratusan atlet dari berbagai daerah unjuk kebolehan dalam pertandingan Djarum Sirkuit Nasional (sirnas).
Penulis: Christian_Wayongkere | Editor:
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Ratusan atlet dari berbagai daerah unjuk kebolehan dalam pertandingan Djarum Sirkuit Nasional (sirnas) seri kelima di GOR Ari Lasut Manado dimana Djarum Sinar sendiri direncanakan ada10 seri. Dalam pembukaan secara resmi Djarum Sirnas tahun 2013 dihadiri secara langsung oleh ketua umum PBSI Gita Wirjawan sekaligus Menteri Perdagangan RI, wagub Sulut Djouhari Kansil, Ketua Umum PBSI Sulut Siswa Rahmat Mokodongan yang kesehariannya menjabat sekprov Sulut, ketua panitia pelaksana Djenri Keintjem serta sejumlah pejabat dilingkungan pemprov Sulut.
Dalam sambutannya Keintejem mengatakan dasar pelaksanaan digelar Djarum Sinar 2013 di Kota Manado adalah surat keputusan pengurus pusat PBSI. "Selain itu merupakan program kerja pengurus yang tujuanya melaksanakan program kerja pengurus pusat dan upaya pembinaan dan peningkatan prestasi bulu tangkis di tanah air," katanya. Lanjutnya dalam pertadingan tersebut diikuti oleh 50 pengurus bul tangkis dan club se Indonesia dengan jumlah atlit 512 orang akan bertarung mulai (18- 22/6/2013) mendatang di GOR Ari Lasut Manado.
"Baru pertama kali Djarum Sinar dibuka secara langsung oleh ketua umum pusat PBSI," urainya sembari menambahkan pada kesempatan tersebut dirinya secara langsung meminta beberapa hal kepada Gita Wirjawan selaku ketua umum pusat PBSI. "Selaku panitia saua memina kepada pengurus pusat agar kiranya kejurnas bisa dilakukan di Manado, kirinya dapat membantu rehap gedung agar semakin representatif dan siap menjadi tuan rumah pelaksanaan Indonesia Open karena ini merupakan mimpi dari penggila Bulu tangkis yang ada di Provinsi Sulut," tandasnya.
Terpisah Gita mengaku senang bisa datang melihat secara langusng calon-calon pengganti Lilana Natsir dan pemain dunia lainnya. "Kami doakan agar Indonesia Open bisa digelar di Manado," harapnya. Secara khusus dirinya bangga bisa menyaksikan putra putri terbaik di Sulut bertanding guna mendukung program untuk peningkatan prestasi dan kaderisasi.
"Dengan event seperti ini bisa membantu kita semua mencari bakat-bakat baru untuk masuk ke Pelatnas Cipayang hingga meraih gelar juara dunia, Olimpiade, Indonesia Open, Asian Games, dan tournament Internasional lainnya," ujarnya. Saat ini dimata Gita khusus untuk atlit ganda putri belum ada diperingkat 1 hingga 10, yang ada pada top 10 ganda putra, tunggal putra. "Saya yakin dari sini akan tercipta beberapa juara yang menempatkan diri diperingkat satu hingga 10 beberapa tahun kedepan," tandasnya.