Harga Sembako di Minahasa Masih Stabil
Harga bahan pokok di Minahasa tetap normal jelang rencana pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM).
TRIBUNMANADO.CO.ID, TONDANO - Harga bahan pokok di Minahasa tetap normal jelang rencana pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM).
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Minahasa, Hengky Kolamban saat diwawancarai Tribun Manado, Rabu (19/6) menjelaskan, pihaknya rutin melakukan pengecekan harga bahan pokok. Menurutnya, isu kenaikan harga BBM ini tidak belum mempengaruhi harga bahan pokok.
Menurutnya, harga bahan pokok masih sama dengan harga beberapa bulan sebelumnya. Kolamban menjelaskan, berdasarkan pengakuan pedagang, harga tidak mungkin naik hanya karena isu kenaikan harga BBM. Menurutnya jika harga BBM telah resmi dinaikkan maka harga bahan pokok pasti akan terkoreksi.
"Sekarang masih stabil seperti beberapa bulan sebelumnya. Kalau ada perubahan harga, hanya terjadi pada komoditas yang memang fluktuatif seperti cabai atau tomat. Namun perubahan harga ini bukan karena isu kenaikan harga BBM, namun karena persediaan bahan," ujarnya.
Ditanya apakah pihaknya mulai menemukan indikasi pedagang yang menampung bahan pokok, Kolamban mengatakan indikasi tersebut tidak nampak. Menurutnya pedagang lebih mengutamakan perputaran uang yang cepat dibanding harus berspekulasi menunggu kenaikan harga BBM.
"Indikasi pedagang yang menampung bahan pokok tidak nampak, namun kami tetap melakukan pengawasan secara ketat. Persediaan bahan pokok tetap lancar," ujarnya.
Anggota DPRD Minahasa, Careig N Runtu mengatakan pemerintah harus melakukan pengawasan dan kontrol secara ketat jika harga BBM benar-benar dinaikkan. Dirinya menjelaskan, pada masa transisi pasca kenaikan harga BBM bisa terjadi kenaikan harga secara tidak terkontrol.
"Masa transisi ini harus diawasi agar tidak ada oknum tertentu yang mengambil keuntungan dan menyusahkan masyarakat. Pemkab Minahasa harus bersiap mengambil tindakan jika ada harga bahan pokok yang mengalami kenaikan harga secara tidak normal. Kepentingan dan daya beli masyarakat harus tetap diperhatikan," ujarnya.