Kemenag Sulut Upgrade Skill Kontributor Website
Kemenag Sulawesi Utara terus berupaya meningkatkan keterampilan (skill) dan pengetahuan para pegawainya.
Penulis: Fernando_Lumowa | Editor: Andrew_Pattymahu
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO-Kanwil Kementerian Agama (Kemenag) Sulawesi Utara terus berupaya meningkatkan keterampilan (skill) dan pengetahuan para pegawainya yang bertugas sebagai kontributor website Kanwil Kemenag Sulut.
Bagian dari upaya itu, Kemenag Sulut melaksanakan Orientasi Publikasi dan Dokumentasi selama dua hari, Sabtu-Minggu (15-16/6) di Hotel Swiss Belhotel Maleosan Manado. Peserta pelatihan ini, 60 kontributor dari kanwil, 15 kantor Kemenag kabupaten kota dan perwakilan Madrasah dan sekolah tinggi Kristen.
Kakanwil Kemenag Sulut, Drs H Sya'ban Mauluddin dalam sambutan kala membuka kegiatan menjelaskan, pelatihan ini digelar untuk membekali para kontribusi keterampilan dasar-dasar jurnalisme dan fotografi.
"Harapan kami, setelah kegiatan ini para kontributor bisa lebih mudah melaporkan beragam kegiatan dinas dan agenda di masing-masing satker," jelas Mauluddin. Kata dia, peningkatan layanan website sebagai upaya Kemenag Sulut mendekatkan diri ke masyarakat. "Ini juga bagian dari upaya transparansi sebagai lembaga publi," jelasnya.
Hari pertama, Sabtu (15/6), peserta menerima materi Perkenalan Fotografi dan Dasar Fotografi Jurnalistik oleh Denny Taroreh dan Kebijakan Teknis Kemenag Sulut tentang e-Governmet Publikasi Dokumentasi Secara Onlie oleh Kabag TU Kanwil Kemenag Sulut, H Kudrat Dukalang.
Kemudian, Minggu (16/7), materi yang diterima antara lain, Hal yang Perlu dan Tidak Perlu Dalam Penulisan Berita oleh Idham Malewa, Kordinator Liputan Manado Post dan Memulai Penulisan Berita: Mencari Ide, Strategi Mendapatkan dan Menyusun Materi Tulisan dan Technical Writing sesuai EYD oleh Fernando Lumowa, wartawan Tribun Manado.
Deyvi Tengker-Tumundo, peserta asal Bitung senang bisa jadi peserta pelatihan karena menambah pengetahuannya tentang jurnalistik. Ia merasa kemampuannya bertambah setelah mengikuti pelatihan. "Ternyata menulis berita itu gampang-gampang susah," tukasnya.