Rabu, 10 Juni 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Mendag ke Manado

Jaga Stabilitas Harga, Mendag Gandeng Pemda dan Pengusaha

Saat kenaikan BBM mendatang ada peningkatan biaya pengangkutan, namun karena stoknya mencukupi sehingga terjaga kestabilan harga.

Tayang:
Penulis: | Editor:
Laporan wartawan Tribun Manado Herviansyah

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Kementerian Perdagangan RI telah berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah (Pemda) dan pengusaha untuk mengantisipasi kenaikan harga bahan pokok pada saat kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang akan diberlakukan pemerintah.

Demikian dikata Dikatakan Menteri Perdagangan  RI Gita Wirjawan sesuai memberikan kuliah umum di Universitas Negeri Manado (Unima), Selasa (18/6/2013). "Bukan hanya dengan Pemda saha, tapi juga dengan pengusaha untuk membantu peningkatan pasokan barang," ujarnya.

Sehingga untuk stok barang menjelang dan pada saat Lebaran stoknya mencukupi. Meskipun pada saat kenaikan BBM mendatang adanya peningkatan biaya pengangkutan, namun karena stoknya mencukupi sehingga terjaga kestabilan harga. "Sedangkan sampai tadi pagi (18/6/2013) harga-harga masih stabil, kecuali daging sapi," katanya.

Untuk itu pihaknya akan mendatangkan 15 ribu ekor sapi sebelum akhir Juni dan mendatangkan 30 ribu ekor sapi pada Juli. Dengan begitu akan menurunkan harga daging sapi dan menjaga kestabilan harga secara keseluruhan.  "Kami telah cek setiap hari tomat, wortel, minyak  goreng, telur pasokannya cukup dan harganya masih stabil," tuturnya.

Sedangkan sebelumnya dihadapan ratusan mahasiswa yang mengikuti kuliah Mendag menjelaskan mengenai kenaikan  harga BBM bersubsidi, setelah sebelumnya  Rektor Unima Prof DR Philoteus EA Tuerah MSi DEA.  memintanya menjelaskan kenaikan BBM. Dalam penjelasan ia  mengatakan kebijakan pemerintah untuk menaikan harga BBM bersubsidi, terkait dengan  begitu besarnya tekanan APBN pemerintah, karena subsidi tersebut.

Namun demikian kenaikan harga BBM tersebut telah disetujui oleh DPR RI. dan sebagai kompensasinya akan diberikan lebih besar lagi bantuan kepada  masyarakat yang kurang mampu, seperti bantuan langsung tunai, bantuan beasiswa, bantuan sosial dan penambahan Raskin. "Hal ini dilakukan untuk menjaga gejolak pada saat kenaiakn BBM," ujarnya.

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved