Ikuti Seleksi Pramugari, Maya Ingin Keliling Dunia
Memberi rasa aman dan nyaman lewat pelayanan prima hingga membuat penumpang merasa berada di rumah sendiri.
Penulis: Finneke | Editor:
Bekerja di 'angkasa', berkeliling dunia ditemani pemandangan indah cakrawala dengan hiasan indah awan, matahari, bulan dan bintangnya. Menjadi penunjang dan penyedia segala kebutuhan penumpang selama penerbangan. Memberi rasa aman dan nyaman lewat pelayanan prima hingga membuat penumpang merasa berada di rumah sendiri. Itulah profesi seorang pramugari.
PT Garuda Indonesia mengadakan seleksi masuk untuk pramugari yang berada di Manado dan sekitarnya. Maya Rizka Saerang menjadi satu di antara 140 peserta yang ikut dalam seleksi tersebut. Kepada Tribun Manado Selasa (18/6) ia mengatakan menjadi pramugari adalah cita-citanya sejak kecil.
"Setiap naik pesawat saya selalu memperhatikan para pramugari beraksi di pesawat. Penampilan dan kepiawaian mereka dalam melayani penumpang membuat saya berkeinginan untuk menjalani pekerjaan tersebut," ungkapnya ketika di temui di Holet Sintesa Peninsula Manado
Seperti diketahui, gaji seorang pramugari sangat mumpuni. Gadis kelahiran Manado 21 Maret 1995 ini mengatakan selain ingin keliling dunia, motivasi terbesar dirinya menjadi pramugari adalah untuk membantu perekonomian keluarganya. Dikatakannya, ia rela meninggalkan studinya di bangku kuliah yakni di Fekon Unsrat demi meraih profesi ini.
"Saya tidak mau terus menjadi beban bagi orang tua. Jika saya menjadi pramugari, saya sudah bisa memberi tidak lagi meminta dan menjadikan perekonomian keluarga menjadi lebih baik," ungkapnya.
Pramugari adalah profesi yang tergolong berisiko. Banyak kejadian kecelakaan pesawat yang menelan korban jiwa. Gadis yang hobi berenang ini mengatakan kejadian-kejadian tersebut tidak membuat takut. Menurutnya, hidup dan mati itu di tangan Tuhan. "Semua sudah diatur Tuhan, kalau memang sudah jalannya begitu yah mau gimana lagi. Yang terpenting jangan pernah lupa untuk berdoa," ungkapnya.
Jika nanti Maya, demikian sapaan akrab gadis ini lolos dan menjadi pramugari Garuda Indonesia, dia pasti sangat senang. Hal pertama yang akan dilakukannya adalah bersyukur kepada Tuhan dan mempersembahkan gaji pertamanya sebagai pramugari. "Tuhan itu prioritas, semua yang saya dapatkan semua hanya karena anugerahnya," ungkapnya.
Maya punya harapan besar untuk bisa lolos seleksi dan menjadi seorang Pramugari Garuda. Usaha semaksimal mungkin ia lakukan dengan melakukan persiapan-persiapan sebelum tes seperti perawatan tubuh dan belajar untuk menambah pengetahuannya. "Saya hanya bisa berusaha semaksimal mungkin, sisanya Tuhan yang berkehendak. Jika Ia berkenan, tidak ada yang mustahil," ungkapnya.