Inilah Kronologis Kasus Ruben Versi Polda Sulselbar

Kontroversi kasus Ruben Pata Sambo dan anaknya Markus Pata Sambo yang divonis mati mendapatkan tanggapan dari Polda Sulselbar.

Inilah Kronologis Kasus Ruben Versi Polda Sulselbar
KOMPAS.com/Hendra Cipto
Direktur Reserse Kriminal (Dir Reskrimum) Komisaris Besar (Kombes) Polisi Djoko Hartawan, Irwasda Kombes Permadi, Kabid Humas Polda Sulselbar Kombes Polisi Endi Sutendi mengekspose kasus Ruben kepada wartawan di markas Polrestabes Makassar, Sabtu (15/06/2013) petang.

Dalam konferensi pers yang digelar oleh Direktur Reserse Kriminal Umum Komisaris Besar Polisi Djoko Hartawan, Inspektorat Pengawasan Daerah Kombes Polisi Perwadi, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kombes Polisi Endi Sutendi di Polrestabes Makassar, Sabtu (15/06/2013), membeberkan fakta penyelidikan dan penyidikan kepolisian.


Djoko mengemukakan motif pembunuhan terhadap Andrias Pandin (38) bersama istri, Martina La'biran (33) dan anaknya Israel (8) adalah perebutan harta warisan sehingga menimbulkan dendam. Ketiga korban dibunus pada 23 Desember 2005 di kampung Getengan, Kecamatan Mengkendek, Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan.


Djoko mengatakan, Ruben Pata Sambo bersama anaknya Markus Pata Sambo alias Edi dan Budianto Tian alias Budi berkumpul di rumah Ruben pada 21 Desember 2005 merencanakan pembunuhan Andrias.


"Ketiganya merencanakan pembunuhan terhadap Andarias Pandin beserta istri dan anaknya. Ruben memberikan uang sebesar Rp 1,5 juta kepada Agustinus untuk mencari eksekutor lainnya. Apabila berhasil, Ruben menjanjikan uang sebesar Rp 2 Juta kepada setiap eksekutor. Adapun alasan Ruben menyuruh orang membunuh korban, karena Andarias menguasai tanah dan rumah adat Tongkonan. Menurut Ruben, yang berhak mewarisi dan lebih berhak adalah dirinya yang menempati rumah tersebut. Bukannya korban yang hanya selaku penjaga rumah," papar Djoko.


Saat kejadian, 23 Desember 2005, tujuh pelaku yang terdiri dari Petrus Tadan alias Tato, Agustinus Sambo alias Markus Herman, Yulianus Maraya alias Ateng, Markus Pata Sambo alias Edi, Martinus Pata Sambo, Budianto Tian alias Budi dan Juni,  mendatangi rumah korban di Mamullu, Kecamatan Makale, Kabupaten Toraja.

Halaman
12
Ikuti kami di
Editor: Robertus_Rimawan
Sumber: Kompas.com
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2016
About Us
Help