Rabu, 10 Juni 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Pengucapan Syukur di Minut Meriah

Pengucapan syukur berlangsung di Minahasa Utara, Minggu (9/6).

Tayang:
Penulis: Arthur_Rompis | Editor: Andrew_Pattymahu
TRIBUNMANADO.CO.ID- – Pengucapan syukur berlangsung di Minahasa Utara, Minggu (9/6).
Pengucapan digelar beragam di 10 Kecamatan yang ada di Minahasa Utara.

Beberapa desa di Kecamatan Dimembe dan Likupang menggelar pengucapan dengan menyediakan makanan di setiap rumah, dengan mengundang keluarga serta warga sekitar.
Di desa yang berada dekat Manado serta di Minawerot (sebutan untuk desa bersambung antara Airmadidi dan Kauditan) pengucapan hanya berlangsung di Gereja, dengan warga membawa uang persembahan serta natura.
Di desa Lumpias, pengucapan berlangsung meriah. Sepanjang hari, desa tersebut dikunjungi banyak orang yang kebanyakan adalah warga Lumpias perantauan.
John Rompis, warga Manado yang mengaku asli Lumpias datang ke desa tersebut, selain untuk ikut pengucapan, juga bernostalgia dengan kampung halaman.
John yang datang bersama dengan istrinya, semringah sepanjang hari itu, melihat senyum saudaranya, serta menyantap nasi jaha kesukaannya.
‘Sangat senang, tahun ini lebih ramai dibanding tahun lalu,” tuturnya.
John kian semringah ketika nasi jaha ia bawa pulang, sebanyak 7 bulu. “Ini pasti akan dibagi - bagi ke para tetangga,” ujarnya.
Christian, warga Teling lainnya juga pulang Lumpias. Menggunakan sepeda motor babaj miliknya, lelaki bujang ini berangkat dari Teling, menembus hujan gerimis, lalu tiba di Lumpias pada siang hari.
Ia bergabung dengan John, serta Panci, sang pemilik rumah. “Sangat senang bisa datang kemari,” ujarnya.
Panci bertutur, ia menyiapkan makanan khas Minahasa seperti RW, Ikan Bakar, Tinorangsak dan nasi jaha.
Makanan ia bakar pada malam sebelumnya. “Saya buat ini bersama istri dan anak,”katanya.
Meski tidur larut, namun ia sekeluarga bangun pagi untuk masuk Gereja. Setelah itu mereka menjamu tamu.
Makanan itu disantap Christian dengan lahapnya. Christian paling suka dengan nasi jaha, namun menyebut semua makanan enak.
Lebih jauh, ia menyebut yang terpenting adalah rajutan persaudaraan melalui momen pengucapan syukur itu.
“Setahun sekali saya datang di lumpias, hanya saat pengucapan, senang bisa ketemu om dan tante,” katanya sambil menambahkan jika pengucapan tahun ini lebih meriah ketimbang tahun lalu.
Meski terletak di ujung utara Minut, tapi Desa Tiwoho di Kecamatan Wori tak mkau kalah dengan menggelar pengucapan syukur.
Kumtua Tiwoho Maramis menyatakan pengucapan di Tiwiho berlangsung layaknya di desa – desa lain dengan menyiapkan makanan di rumah – rumah dan menjamu tamu.
“Kami siapkan ayam bulu, juga nasi jaha,” katanya. Yang unik dari desa ini, ujar dia, banyak penduduk Muslim di desa itu, yang juga terlibat dalam pengucapan.
“Semboyan kami hidup rukun dan damai,” katanya.
Armando, warga Desa Kalawat mengikuti pengucapan syukur di desanya dengan mendatangi gereja.
Ia memberi uang persembahan sebagai wujud ungkapan syukur kaena Tuhan telah menjaga keluarganya. “ Tuhan itu baik,” katanya. (art)
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved