Kamis, 11 Juni 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Atotoy Jawara Gaya Punggung 50 Meter Antar Master

Kejuaraan renang antar perkumpulan se-Indonesia Timur di Kolam Renang Kinilow, Kecamatan Tomohon Utara berakhir sukses , Sabtu (8/6).

Tayang:
Penulis: | Editor: Andrew_Pattymahu
Laporan Wartawan Tribun Manado Warstef Abisada


TRIBUNMANADO.CO.ID— Kejuaraan renang antar perkumpulan se-Indonesia Timur di Kolam Renang Kinilow, Kecamatan Tomohon Utara berakhir sukses , Sabtu (8/6). Tampil sebagai juara umum yakni perkumpulan renang Paotere Makasar dengan mengoleksi medali sebanyak 47, 26 diantaranya emas, 10 perak, dan 11 perunggu. Ditempat ke dua ditempati oleh Garuda Laut Makasar dengan 17 medali emas, 18 perak, dan 16 perunggu.

Untuk juara umum perkumpulan renang Paotere Makasar mendapat hadiah uang tunai Rp 7,5 Juta dan piala Kapolda Sulut Brigjen Pol Dicky Atotoy, sedangkan Garuda Laut mendapat uang tunai Rp 5 Juta dan piala Wali Kota Tomohon Jimmy Eman. Atlet renang terbaik putra diraih oleh Mohammad Alamsyah dan putrid oleh Nurhalita Hary, keduanya dari perkumpulan renang Paotere Makasar dan berhak mendapt tropy dan uang tunai masing-masing Rp 1 Juta, setelah mengikuti lomba 4 kategori umur, yakni kategori I umur 15-16 tahun, kategori II 13-14 tahun, kategori III 11-12 tahun, dan kategori IV dibawah 10 tahun mulai dari gaya dada, kupu-kupu, punggung, bebas, dan gaya ganti perorangan putra putri dengan jarak 50, 100, dan 200 meter.
 
Kejuaraan yang diikuti oleh hampir 200 atlit dari 7 provinisi di Indonesia Timur itu disambut antusias oleh masyarakat, yang tak kenal bosan memberikan semangat bagi para atlit yang bertanding sejak Jumat (7/6) lalu. Apalagi pada kejuaraan tersebut, sempat diramaikan oleh eksebisi renang antar master yang diikuti oleh mantan atlit renang Sulut Dicky Atotoy. Pada eksebisi itu, Atotoy menunjukkan kelasnya sebagai perenang unggul di gaya gaya punggung 50 meter, setelah berhasil finish diurutan pertama, mengalahkan 5 perenang master lainnya.
“Saya ikut eksebisi renang antar master untuk menyalurkan hobby saja, karena sebelum jadi Polisi, saya juga dulu adalah atlit renang. Saya senang karena bisa kembali berlomba lagi di kolam ini meski sifatnya hanya eksebisi, setelah sekian lama tidak beraktivitas,” jelas Atotoy didampingi Kapolres Tomohon AKBP Marlien Tawas, kemarin.
Atotoy mengakui kejuaraan tersebut dilaksanakan pihaknya sebagai rangkaian kegiatan menyemarakkan hari ulang tahun (HUT) Bhayangkara ke-67, juga untuk membina atlit-atlit muda agar mau terus berlatih dan mengembangkan potensi yang ada untuk meraih prestasi gemilang. ‘Dengan aktif di olah raga misalnya renang, generasi muda akan terhindar dari perilaku negatif yang dapat merusak masa depan, misalnya minuman keras, narkoba, bahkan seks bebas, karena semua fokus untuk latihan meraih prestasi,’ kata mantan peraih medali perunggu perorangan pada pekan olah raga nasional (PON) mewakili Sulut saat dirinya masih bersekolah di SMA.
Ia menegaskan kejuaraan tersebut menjadi ajang uji coba bagi seluruh atlit, terutama yang berada di Sulawesi Utara agar lebih maju, belajar dari kelemahan yang dimiliki setelah bertanding. ‘Kalau kita lihat disini, yang mendominasi juara adalah dari luar seperti Makasar. Ini menjadi pemi semangat bagi atlit di daerah ini, agar belajar bagaimana mereka bisa berhasil seperti itu. Misalnya, atlit Makasar wajar memang menjadi juara, karena mereka sangat intens mengikuti kejuaraan seperti ini, jadi mental dan semangat bertanding mereka memang sudah terasah. Mereka menjadi sparing partner bagi atlit local di Sulut,’ tuturnya.
Untuk berprestasi di lomba renang menurut Atotoy yang dipromosikan menjadi Kapolda Kalimantan Timur, tak cukup hanya dengan giat berlatih, tapi juga lewat keikutsertaan dalam berbagai kejuaraan. ‘Jika bertanding nuansanya akan kelihatan beda dengan saat berlatih, misalnya beban moril saat berlatih kecil, beda dengan saat bertanding. Tapi, mudah-mudahan yang sudah menang tidak berpuas diri, tetap latihan untuk mengasah kemampuan agar dapat menjadi juara pada level lebih tinggi. Yang belum juara, tentu harus berlatih dan berkompetisi lebih banyak lagi, agar ke depan bisa tampil sebagai juara,’ tegas Atotoy.

Brigjen Jhony Tobing, Danrem 131 Santiago yang ikut menonton kejuaraan tersebut juga mengaku bangga, sebab atlit-atlit renang bisa dibina dan berkompetisi di sarana yang dibangun oleh TNI AD di Kinilow. Ia pun berkesempatan memberikan hadiah dan penghargaan kepada para juara renang yang sebagian besar masih berusia belia bersama Ketua Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI) Sulut  Profesor Rorin Tulus.
Indra, salah satu official dari perkumpulan renang Paopere Makasar mengaku pihaknya hanya membawa 7 atlit saja pada kejuaraan kali ini, namun bisa meraih medali sangat banyak karena melakukan persiapan yang cukup matang. ‘Anak-anak ini memang sudah terbiasa mengikuti kejuaraan, jadi mental mereka sudah sangat teruji,’ terangnya.
Olga Karinda, Kepala Dinas Pemuda dan Olah Raga Kota Tomohon yang juga menjabat Sekretaris Panitia Kejuaraan mengaku sangat bersyukur, sebab seluruh agenda kejuaraan dapat terlaksana dengan baik. ‘Terima kasih untuk dukungan masyarakat, TNI, dan Polri sehingga kegiatan ini bisa berakhir sukses, tanpa adanya musibah,’ tukasnya. (War)
 
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved