Atotoy Jawara Gaya Punggung 50 Meter Antar Master
Kejuaraan renang antar perkumpulan se-Indonesia Timur di Kolam Renang Kinilow, Kecamatan Tomohon Utara berakhir sukses , Sabtu (8/6).
Tayang:
Penulis: | Editor: Andrew_Pattymahu
Laporan Wartawan Tribun Manado
Warstef Abisada
TRIBUNMANADO.CO.ID— Kejuaraan renang antar perkumpulan
se-Indonesia Timur di Kolam Renang Kinilow, Kecamatan Tomohon Utara berakhir
sukses , Sabtu (8/6). Tampil sebagai juara umum yakni perkumpulan renang
Paotere Makasar dengan mengoleksi medali sebanyak 47, 26 diantaranya emas, 10
perak, dan 11 perunggu. Ditempat ke dua ditempati oleh Garuda Laut Makasar
dengan 17 medali emas, 18 perak, dan 16 perunggu.
Untuk juara
umum perkumpulan renang Paotere Makasar mendapat hadiah uang tunai Rp 7,5 Juta
dan piala Kapolda Sulut Brigjen Pol Dicky Atotoy, sedangkan Garuda Laut
mendapat uang tunai Rp 5 Juta dan piala Wali Kota Tomohon Jimmy Eman. Atlet
renang terbaik putra diraih oleh Mohammad Alamsyah dan putrid oleh Nurhalita
Hary, keduanya dari perkumpulan renang Paotere Makasar dan berhak mendapt tropy
dan uang tunai masing-masing Rp 1 Juta, setelah mengikuti lomba 4 kategori umur, yakni kategori I umur 15-16 tahun,
kategori II 13-14 tahun, kategori III 11-12 tahun, dan kategori IV dibawah 10
tahun mulai dari gaya dada, kupu-kupu, punggung, bebas, dan gaya ganti
perorangan putra putri dengan jarak 50, 100, dan 200 meter.
Kejuaraan yang
diikuti oleh hampir 200 atlit dari 7 provinisi di Indonesia Timur itu disambut
antusias oleh masyarakat, yang tak kenal bosan memberikan semangat bagi para
atlit yang bertanding sejak Jumat (7/6) lalu. Apalagi pada kejuaraan tersebut,
sempat diramaikan oleh eksebisi renang antar master yang diikuti oleh mantan
atlit renang Sulut Dicky Atotoy. Pada eksebisi itu, Atotoy menunjukkan kelasnya
sebagai perenang unggul di gaya gaya punggung 50 meter, setelah berhasil finish
diurutan pertama, mengalahkan 5 perenang master lainnya.
“Saya ikut
eksebisi renang antar master untuk menyalurkan hobby saja, karena sebelum jadi
Polisi, saya juga dulu adalah atlit renang. Saya senang karena bisa kembali berlomba
lagi di kolam ini meski sifatnya hanya eksebisi, setelah sekian lama tidak
beraktivitas,” jelas Atotoy didampingi Kapolres Tomohon AKBP Marlien Tawas, kemarin.
Atotoy
mengakui kejuaraan tersebut dilaksanakan pihaknya sebagai rangkaian kegiatan
menyemarakkan hari ulang tahun (HUT) Bhayangkara ke-67, juga untuk membina atlit-atlit
muda agar mau terus berlatih dan mengembangkan potensi yang ada untuk meraih
prestasi gemilang. ‘Dengan aktif di olah raga misalnya renang, generasi muda
akan terhindar dari perilaku negatif yang dapat merusak masa depan, misalnya
minuman keras, narkoba, bahkan seks bebas, karena semua fokus untuk latihan meraih
prestasi,’ kata mantan peraih medali perunggu perorangan pada pekan olah raga nasional
(PON) mewakili Sulut saat dirinya masih bersekolah di SMA.
Ia menegaskan
kejuaraan tersebut menjadi ajang uji coba bagi seluruh atlit, terutama yang
berada di Sulawesi Utara agar lebih maju, belajar dari kelemahan yang dimiliki
setelah bertanding. ‘Kalau kita lihat disini, yang mendominasi juara adalah
dari luar seperti Makasar. Ini menjadi pemi semangat bagi atlit di daerah ini,
agar belajar bagaimana mereka bisa berhasil seperti itu. Misalnya, atlit
Makasar wajar memang menjadi juara, karena mereka sangat intens mengikuti
kejuaraan seperti ini, jadi mental dan semangat bertanding mereka memang sudah
terasah. Mereka menjadi sparing partner bagi atlit local di Sulut,’ tuturnya.
Untuk
berprestasi di lomba renang menurut Atotoy yang dipromosikan menjadi Kapolda
Kalimantan Timur, tak cukup hanya dengan giat berlatih, tapi juga lewat
keikutsertaan dalam berbagai kejuaraan. ‘Jika bertanding nuansanya akan
kelihatan beda dengan saat berlatih, misalnya beban moril saat berlatih kecil,
beda dengan saat bertanding. Tapi, mudah-mudahan yang sudah menang tidak
berpuas diri, tetap latihan untuk mengasah kemampuan agar dapat menjadi juara
pada level lebih tinggi. Yang belum juara, tentu harus berlatih dan
berkompetisi lebih banyak lagi, agar ke depan bisa tampil sebagai juara,’ tegas
Atotoy.
Brigjen Jhony Tobing, Danrem 131 Santiago yang ikut menonton kejuaraan tersebut juga mengaku bangga, sebab atlit-atlit renang bisa dibina dan berkompetisi di sarana yang dibangun oleh TNI AD di Kinilow. Ia pun berkesempatan memberikan hadiah dan penghargaan kepada para juara renang yang sebagian besar masih berusia belia bersama Ketua Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI) Sulut Profesor Rorin Tulus.
Indra, salah
satu official dari perkumpulan renang Paopere Makasar mengaku pihaknya hanya membawa
7 atlit saja pada kejuaraan kali ini, namun bisa meraih medali sangat banyak
karena melakukan persiapan yang cukup matang. ‘Anak-anak ini memang sudah
terbiasa mengikuti kejuaraan, jadi mental mereka sudah sangat teruji,’
terangnya.
Olga Karinda,
Kepala Dinas Pemuda dan Olah Raga Kota Tomohon yang juga menjabat Sekretaris
Panitia Kejuaraan mengaku sangat bersyukur, sebab seluruh agenda kejuaraan
dapat terlaksana dengan baik. ‘Terima kasih untuk dukungan masyarakat, TNI, dan
Polri sehingga kegiatan ini bisa berakhir sukses, tanpa adanya musibah,’
tukasnya. (War)