Unsrit Reakreditasi 9 Program Studi
Universitas Sari Putra Tomohon (Unsrit) terus berupaya optimal untuk memacu peningkatan mutu pendidikan diinstitusinya.
Penulis: | Editor:
TRIBUNMANADO.CO.ID, TOMOHON —Universitas Sari Putra Tomohon (Unsrit) terus berupaya optimal untuk memacu peningkatan mutu pendidikan diinstitusinya. Hal itu dibuktikan dengan diajukannya reakreditasi bagi 9 program studi, yakni Teknik Sipil, Arsitek, Perikanan, Informatika, Akuntansi, Sistem Komputer, Managemen, dan Profesi Nurse ke badan akreditasi nasional (BAN) perguruan tinggi (PT).
“Semua program studi di Unsrit sebenarnya sudah terakreditasi, tapi karena ada aturan baru yang mewajibkan harus ada reakreditasi terhitung 6 bulan sejak 1 Maret 2013, maka kami ajukan untuk lakukan itu sesuai surat petunjuk dari Dirjen Dikti. Dan untuk hari ini khusus program Ilmu Komunikasi, setelah sebelumnya untuk program Agrobisnis,” jelas Rektor Unsrit Max Runtuwene, Jumat (7/6).
Ia menjelaskan reakreditasi untuk program studi di perguruan tinggi kini memang wajib, untuk menjamin keabsahan penyelenggaraan pendidikan, sehingga nantinya para lulusan bisa diakui dan diterima secara luas ketika bekerja nanti dibidang mana pun. “Dulu untuk penyelenggaraan pendidikan dengan izin saja sudah cukup, tapi sekarang harus sudah terakreditasi. Sebab, jika tidak maka dianggap tak sah untuk menyelenggarakan pendidikan, artinya kalaupun ada lulusan maka ijazah yang dikeluarkan tak akan terpakai atau ditolak dimanapun instansi yang ditujunya,” tegasnya didampingi Dekan Fakultas Ilmu Komunikasi Dj Lumempa.
Profesor Walder Tinambunan, Tim Asesor dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi mengungkapkan kedatangan pihaknya ke Unsrit untuk mengecek apakah semua data yang dikirim sesuai dengan data di lapangan atau tidak, guna melihat apakah perguruan tinggi ini layak di akreditasi dengan kualifikasitertentu. “Ada 7 standard pelayanan yang akan kami lihat selama 3 hari di Unsrit, yakni mulai dari visi misi, tata pamong, kemahasiswaan, sumber daya manusia, kurikulum, sarana prasarana, pengabdian dan penelitian apakah sesuai dengan data yang disampaikan atau tidak. Kami akan melakukan wawancara, untuk melihat apakah khusus program Komunikasi jelek atau tidak,” tuturnya.
Menurut Tinambunan hasil yang akan diberikan paling lambat 2 hingga 3 bulan ke depan, setelah dilakukan pemeriksaan untuk melihat kebenarannya. “Jadi, belum bisa dilihat sekarang apakah layak diakreditasi A, B, atau C, sebab masih akan dilakukan pembuktian,” ungkapnya.
Kendati demikian dikatakan Tinambunan, akreditasi perguruan tinggi kini memang sangat penting, sebab membuktikan sah tidaknya menjalankan pendidikan bagi mahasiswanya. “Jika tidak terakreditasi, maka percuma saja mahasiswa menimba ilmu selama bertahun-tahun, karena ijazahnya tidak akan bermanfaat saat ke dunia kerja. Tapi, jika sudah terakreditasi, maka memudahkan mahasiswa karena ketika ada lowongan kerja, maka berpeluang besar diterima, karena dianggap sah mengikuti pendidikan di perguruan tinggi,” tukasnya.