Rabu, 10 Juni 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Euro U-21

Ini Prediksi Belanda vs Jerman

Tersulut oleh perseteruan perjalanan sejarah dunia, laga antara Belanda melawan Jerman senantiasa mengundang bara kenangan.

Tayang:
Editor:

TRIBUNMANADO.CO.ID, PETAK TIKVA - Tersulut oleh perseteruan perjalanan sejarah dunia, laga antara Belanda melawan Jerman senantiasa mengundang bara kenangan di benak masing-masing tim kedua negara. Kedua timnas akan menggelar duel di perhelatan Euro U-21.

Balatentara Belanda U-21 akan menjajal keampuhan serbuan pasukan muda Jerman U-21 dalam laga pembukaan Grup B Euro U-21 yang digelar di Stadion Hamoshava, Petak Tikva, dekat Tel Avib, pada Jumat dinihari WIB.

Sebelum duel digelar, pelatih Belanda Cor Pot menanti kedatangan "bintang-bintang kecil" agar menaungi tim asuhannya manakala menghadapi Jerman, sebagaimana dikutip dari situs UEFA.com.

Sementara pelatih Jerman Rainer Adrion kini terus menyiapkan pasukan mudanya untuk menggempur Belanda.

Baik Belanda maupun Jerman sama-sama mengejar hasil positif dalam laga perdana ini. Jerman menorehkan sembilan kali menang dan sekali imbang, mencetak sebanyak 39 gol, kemasukan sembilan gol.

Dalam pertemuan di tingkat U-21, kedua tim kali pertama bersua dalam babak penyisihan turnamen pada 1988, ketika itu Belanda mampu mengungguli Jerman Barat. Di laga pertama, Belanda menang 3-1 atas lawannya itu di Venlo pada April 1987, sebelumnya Belanda unggul 2-0 di laga kandang di Munster empat bulan kemudian.

Kemenangan itu jelas-jelas membawa pasukan Oranje muda akhirnya finis di peringkat teratas grup 8, sementara Jerman tersingkir karena hanya menduduki tempat ketiga. Perjuangan Belanda akhirnya dihentikan Yunani di babak semi-final.

Jerman Barat mampu lolos ke babak final turnamen Euro U-21 pada 1990, setelah meraih kemenangan laga kandang dan tandang. Jerman Barat akhirnya menjadi juara Grup 4, sementara Belanda menduduki posisi ketiga. Di babak selanjutnya, Jerman menang agregat 3-2 atas Uni Soviet di kuarter final.

Meskipun kedua tim tidak berlaga sejak 1989, kedua skuad muda itu turun bertanding secara reguler dalam berbagai pertandingan persahabatan.

Pertemuan terakhir kedua tim berlangsung pada 25 Maret 2011 di Sittard. Jerman menang 3-1 lewat gol yang dicetak di kubu Jerman (Pierre-Michel Lasogga di menit 27', Sebastian Rudy 46' and Lewis Holtby 64'), sementara gol balasan Belanda dibukukan oleh Género Zeefuik (45+3).

Menghadapi Jerman, pemain bertahan Bruma dan Willems absen dalam turnamen ini, juga top scorer Belanda, Zeefuik tidak turun bertanding. Di lini tengah, ada Kevin Strootman (PSV), Marco van Ginkel (Vitesse) dan Leroy Fer (Twente). Mereka  ini pemain bertalenta yang dimiliki Belanda saat ini, terlebih dengan penguasaan bolanya di lini tengah.

Jerman juga tidak diperkuat oleh tiga bek yang selama ini menjadi palang pintu lawan. Mereka adalah Kirchhoff, Jung dan Arslan, yang masih dibekap cedera. Sementara Götze, Gündogan, Draxler, Kroos, Schürrle atau ter Stegen masih harus membela tim senior Jerman.

Jerman mengandalkan gelandang Bayern Muenchen Emre Can, dengan didukung pemain di lini depan, yakni Kevin Volland, Peniel Mlapa, Sebastian Polter dan Pierre-Michel Lasogga.

Kapten Jerman U-21, Lewis Holtby masih "setengah hati" menghadapi Belanda U-21, menurut situs ESPN.com. Pemain berusia 21 tahun itu absen dalam sesi latihan karena masih mengalami cedera otot.

Gelandang Tottenham itu mengatakan, "Saya sebenarnya suka menjadi bagian dari tim." Ia akan segera menjalani tes kebugaran pada Rabu ini jelang pertandingan melawan Belanda U-21 di Petah Tikva, dekat Tel Aviv.

Tim Belanda telah menyelesaikan sesi latihan di Haifa pada Senin pagi, sebelum berangkat ke Tel Aviv dengan menggunakan bus. Mereka tampak santai berjalan di sepanjang halaman tempat penginapan. Pada Rabu, para pemain akan melewati sesi wawancara sebelum menjalani latihan petang.

Sumber:
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved