Minggu, 21 Desember 2014
Tribun Manado

Lima Bulan Tunjangan sertifikasi Guru Belum Dibayarkan

Minggu, 2 Juni 2013 21:44 WITA


Laporan Wartawan Tribun Manado Aldi Ponge

TRIBUNMANADO.CO.ID, TUTUYAN
-Memiluhkan, sebanyak 146 guru di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) sudah lima bulan belum menerima tunjangan sertifikasi

Informasi yang dihimpun Tribun Manado menyebutkan ratusan guru bersertifikasi mengajar ini harus bolak-balik dinas pendidikan Boltim. Mereka mengecek penyaluran tunjangan setifikasi guru yang merupakan hak mereka yang diberikan pemerintah. "Sudah beberapa kali dicek ke Diknas ternyata belum juga," ujar seorang guru dihubungi Tribun Manado melalui telepon yang meminta namanya tidak disebutkan, pada Minggu (2/6).

Dia mengatakan terpaska harus berhutang untuk memenuhi kebutuhan hidup. Pasalnya, tunjangan tersebut belum juga mereka dapatkan. Katanya, jika mengandalkan gaji pokok saja tidak akan mencukupi biaya hidup sehari-hari. "Terpaksa (berhutang) demi memenuhi kehidupan sehari-hari. Kalau menunggu tunjangan yang belum pasti kapan diterima, bagaimana dengan kebutuhan hidup," tuturnya.

Dia berharap pihak dinas pendidikan segera melakukan pencairan hak mereka. "Kami barisan oemar bakri tidak menuntut banyak, hanya apa yang menjadi hak kami agar segera dipenuhi. Jangan hanya menuntut kami mengajar lebih 24 jam seminggu.  Lalu hak kami tidak diperhatikan," katanya.

Kepala Dinas Pendidikan, Boltim, Husain Mamonto mengakui keterlambatan pembayaran tunjangan sertifikasi tersebut. Namun keterlambatan tersebut bukan karena pihaknya. "Terlambat karena masih menunggu SK (Surat Keputusan) guru bersertifikasi dari Dirjen," jelas Husain.

Husain menambahkan saat ini baru sekitar 120 guru yang memasukkan berkas untuk penyaluran tunjangan. Sehingga pihaknya masih harus menunggu lengkap. "Guru yang lain secepatnya memasukkannya agar segera disalurkan," tutur Husain.

Tak hanya guru bersertifikasi, Husain mengungkapkan ratusan guru non sertifikasi pun belum menerima tunjangan profesi pendidik (TPP) selama Maret-Mei. "Kalau untuk TPP juga disebabkan data guru penerima terlambat masuk juga," jelasnya sembari menambahkan pihaknya dalam waktu dekat akan menyalurkan semua hak guru termasuk juga Tunjangan Kinerja Daerah (TKD). "Kalau TKD disalurkan setiap triwulan. Untuk triwulan II, kita menunggu absen dari badan kepegawaian Diklat Daerah," terangnya. (Ald)
Penulis: Aldi_Ponge
Editor: Andrew_Pattymahu

TRIBUNnews.com © 2014

About Us

Help

Atas