• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Selasa, 23 September 2014
Tribun Manado
Home » Seleb

Konsekuensi si Kembar Vin Diesel, 12 Tahun Bintangi 'Fast and Furious'

Minggu, 2 Juni 2013 11:34 WITA
Konsekuensi si Kembar Vin Diesel, 12 Tahun Bintangi 'Fast and Furious'
empireonline.com
Vin Diesel.
TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Membintangi film sekuel Fast and Furious selama 12 tahun membawa berkah bagi Vin Diesel (45). Tak hanya membuat namanya mendunia, keterlibatan dia dalam film itu juga menumbuhkan rasa "memiliki keluarga" dalam dirinya.


Dalam wawancara dengan beberapa wartawan Asia di Manila, Filipina, pertengahan Mei lalu, Vin Diesel mengakui, jika ingin menjadi aktor berkaliber dunia, orang harus mengorbankan beberapa hal dalam kehidupan ini.

"Kadang Anda harus sedikit terlambat membentuk keluarga," kata aktor botak yang memiliki tubuh berotot itu, memberikan contoh.

Ia mengakui, dirinya terlambat berkeluarga. Ia terlalu sibuk mengejar karier. ”Saudara kembar saya (Paul) sudah berkeluarga 15 tahun sebelum saya punya anak,” kata Vin Diesel tentang kembarannya, Paul Vincent, yang menikah dengan perempuan asal Filipina.

Di sisi lain, sejak awal terlibat dalam pembuatan film The Fast and the Furious (FF) yang dirilis tahun 2001, dia merasakan kekeluargaan yang erat di antara kru film. Mereka bisa menghabiskan waktu sampai lima bulan bersama-sama untuk membuat satu sekuel FF.

Sekalipun tak memberikan contoh relasi dalam tim produksi FF, dia bangga menjadi bagian dari film yang disebutnya sebagai kekuatan paling progresif di Hollywood itu.

Kesungguhan kerja kru dan kualitas film itu telah melahirkan karya di luar spektrum (film) aksi berurutan. "Itu (berkat) hati dan keluarga yang luar biasa," katanya.

Anak-anak Vin Diesel dan sutradara Justin Lin, misalnya, lahir saat mereka tengah menggarap sekuel FF. "Anak perempuan saya (Hania Riley) lahir ketika kami shooting Fast & Furious 4 (2008)," ujarnya.

Adapun anak lelakinya yang tak ia sebut namanya lahir saat dia shooting Fast 5 (2011). Bagi dia, menjadi ayah adalah transisi yang kuat setelah menunggu sekian lama.

"Setelah saya menjadi seorang ayah dari anak perempuan, tak lama kemudian Justin punya anak lelaki," lanjutnya.

"FF merembes dalam kehidupan nyata kami," kata Vin Diesel, yang jadi salah satu produser sejak sekuel pertama, The Fast and the Furious. Setelah mempunyai anak pun ia tetap sibuk. Kali ini shooting Fast and Furious 6 (2013) diadakan di London.

Dalam acara The Jonathan Ross Show, yang disiarkan televisi di Inggris, ia bercerita betapa sulit berpisah dengan anaknya dalam waktu lama. Dua minggu tak melihat anaknya, ia merasa ada yang "hilang". Untuk mengobati rasa kangen, ia membuat video diri sendiri, lalu mengirimkannya untuk ditonton anaknya.

Shooting di Asia
Bagi pemeran Dominic Toretto dalam FF ini, anaknya, Hania Riley, bagai sang ratu.

"Dia segalanya. Kalau saya tak mengirimkan video, mengatakan keberadaan saya dan apa yang saya lakukan, bisa masalah," ujar Vin Diesel tentang anak dari pasangannya, model asal Meksiko, Paloma Jimenez, itu.

Lelaki yang tak bersedia menampilkan anaknya di hadapan khalayak itu mengakui, Hania Riley telah mengubah dirinya dari pria berotot menjadi pria marshmallow (permen) yang manis.

"Di depan dia, saya bisa meleleh dalam sekejap," katanya sambil tertawa.

Dalam perbincangan, Vin Diesel, yang petang itu memakai kaus singlet putih ketat dipadu celana biru muda, menjelaskan rencananya membuat film yang penuh adegan kebut-kebutan dan laga itu selanjutnya.

"Saya sedang menyiapkan Fast and Furious 7," kata pria bernama asli Mark Sinclair Vincent tentang film yang rencananya diputar Juni 2014 itu.

Ia membayangkan adegan kebut-kebutan mobil di kawasan Asia. Secara spesifik, ia berencana membalap di sekitar Tembok Besar China untuk sekuel film tersebut.

"Anda menjadi orang pertama yang tahu itu," katanya sambil tertawa. "Orang studio bisa marah kalau mereka tahu saya membocorkan rencana ini," lanjut Vin Diesel tentang penentuan lokasi shooting FF yang bisa berubah setiap waktu.

Pria bertinggi badan 183 sentimeter dengan berat 102 kilogram itu bercerita, penentuan lokasi shooting FF berasal dari saran orang.

"Semua lokasi shooting (FF) berasal dari saran seseorang. Itu dimulai dari permintaan orang agar kami pergi ke negara asal mereka. Anda harus melakukan sesuatu jika ingin kru FF datang ke negara Anda," ujarnya.

Kehadiran Vin Diesel dan para pemain utama FF 6, Luke Evans, Gina Carano, Michelle Rodriguez, dan sutradara Justin Lin ke Manila, Filipina, pada 16-17 Mei lalu guna mempromosikan film itu. Ribuan warga Filipina mengelu-elukan kehadiran mereka. Beberapa acara digelar, seperti nonton bareng, pameran mobil, hingga red carpet di Mall of Asia, Manila.

Vin Diesel yang muncul terakhir saat red carpet tak berpakaian ala bintang sebagaimana Luke Evans yang bersetelan jas dengan dasi atau Gina Carano dan Michelle Rodriguez yang bergaun panjang hitam. Dia memakai celana abu-abu dan kaus singlet hitam. Kacamata hitam dan kalung rantai panjang plus liontin kepingan kecil logam seperti yang biasa dipakai tentara melengkapi penampilannya malam itu. Para penggemar pun berusaha mendekatinya.

Begitu sampai di panggung, ia berteriak, "Mahal ko kayo (saya cinta kamu, dalam bahasa Tagalog)." Ia memang mengenal Filipina karena kembarannya menikah dengan perempuan asal negeri itu.

Menurut dia, orang Filipina ramah dan punya energi positif. "Tak semua tempat seperti ini. Ini tempat khusus," ujarnya memberikan alasan mengapa memilih Manila sebagai tempat pemutaran film FF 6 pertama di Asia.

Ia juga menyempatkan diri berjalan-jalan di Manila, seperti ke mal Glorietta di seberang Hotel Fairmont, tempatnya menginap. Ia juga menumpang angkutan umum khas di Manila, jeepney. Vin Diesel juga mengobrol dengan anak-anak yang ditemuinya di tempat umum itu.

"Saya tumbuh dengan menumpang transportasi umum dan kereta bawah tanah di New York. Dari kereta bawah tanah kotor ke jeepney di negeri tropis, itu adalah lompatan besar," katanya seperti ditulis Inquirer Entertainment. (SOELASTRI SOEKIRNO)

Vin Diesel
• Nama asli: Mark Sinclair Vincent
• Lahir: New York, AS, 18 Juli 1967
• Pekerjaan: aktor, produser film, penulis naskah (1990-kini)
• Pencapaian:  
Bersama Paul Walker meraih MTV Movie Award 2002 kategori Best On Screen Team untuk The Fast and the Furious (2001)
Tahun 2010 nomine People's Choice Award, AS, kategori aktor terfavorit
Tahun 2011 nomine Teen Choice Award kategori aktor film pilihan untuk Fast 5
Tahun 2012 nomine People's Choice Award, AS, kategori aktor terfavorit
• Filmografi, antara lain:
Multi Facial, 1994
Strays, 1997
Saving Private Ryan, 1998
Boiler Room, 2000
Pitch Black, 2000
XXX, 2002
The Chronicles of Riddick: Dark Fury, 2004
The Pacifier, 2005
Find Me Guilty, 2006
Riddick, 2013
Kojak, 2013.

Editor: Robertus_Rimawan
Sumber: Kompas.com
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
330823 articles 8 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas