A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

Wah Ada 1.561 Pemilih Misterius di Kotamobagu - Tribun Manado
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Rabu, 23 Juli 2014
Tribun Manado

Wah Ada 1.561 Pemilih Misterius di Kotamobagu

Kamis, 30 Mei 2013 20:44 WITA
Wah Ada 1.561 Pemilih Misterius di Kotamobagu
NET
Ilustrasi.
Laporan wartawan Tribun Manado Edi Sukasah

TRIBUNMANADO.CO.ID, KOTAMOBAGU
- Empat pasangan calon kepala daerah berbeda pandangan dalam menyikapi 1.561 pemilih misterius yang masuk dalam daftar pemilih sementara (DPS) namun belum diketahui keberadaanya. Ada yang setuju penghapusan, namun ada pula yang mengharapkan pemilih tersebut tetap masuk dalam DPS.

Namun terlepas dari dua pilihan tersebut, Begie Gobel, dari tim pemenangan nomor urut satu Tatong Bara-Jainuddin Damopolii (TB-Jadi), mengatakan, ada warga yang tidak masuk dalam DPS. Padahal, menurut Ketua Partai Amanat Nasional (PAN) Kotamobagu ini, warga yang telah tersebut masuk dalam Daftar Penduduk Potensial Pemilih Pemilu (DP4).

"Kami belum bisa menyatakan setuju penghapusan atau tidak. Kami sedang melakukan pengecekan di tingkat desa dan kelurahan, mengapa nama-nama yang ada di DP4 tersebut tidak masuk dalam DPS. Pihak KPU (Komisi Pemilihan Umum) juga minta tentang laporan ini," ujar Begie kepada Tribun Manado, Kamis (30/5/2013).

Berbeda dengan Begie, Yudi Lantong dari Tim Pemenangan pasangan nomor urut dua Nurdin Makalalag-Sahat Robert Siagian (BeNar), minta kepada Dinas Penduduk dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kotamobagu segera melakukan verifikasi secara fisik kepada pemilih `siluman' tersebut.

"Kami sangat intens menyikapi temuan pemilih misterius atau pemilih yang fisik orang tidak ditemukan di lapangan sesuai dengan data. Ini menjadi peringatan bagi Disdukcapilduk yang menetapkan DP4. Pemeriksaan fisik  atau verifikasi harus segera dilakukan sebelum penetapan DPT," kata Yudi.

Dia menegaskan, Partai Bulan Bintang (PBB) sebagai pengusung BeNar minta data tersebut dihapus dari DPS jika Disdukcapilduk tidak bisa menjelaskan keberadaan pemilih misterius tersebut. "Ini untuk mengantisipasi data tersebut bisa saja muncul DPT yang bisa merugikan dan mencederai demokrasi di Kotamobagu," kata Yudi lagi.

Pihak pasangan nomor urut tiga, Djelantik Mokodompit-Rustam Simbala (DjelaS) justru berbeda pandangan dengan kubu BeNar. Lucky C Makalalag, dari Tim Pemenangan DjelaS mengatakan, nama-nama tersebut tidak perlu dihapus. Menurut Wakil Ketua Partai Golkar Kotamobagu ini, penghapusan tersebut justru bisa menimbukan kekacauan.

"Penghapusan kan hanya bisa dilakukab bagi pemilih ganda, yang sudah meninggal dunia atau pemilih yang masuk di DPS tapi masih di bawah umur.  Verifikasi lagi saja. Jangan sampai yang bersangkutan sedang berada di luar karena sedang kuliah. Kalau dihapus bisa jadi ada kekacauan nantinya," kata Lucky.

Senada, Ketua Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kotamobagu yang juga Tim Pemenangan pasangan nomor urut empat Mohammad Salim Landjar-Ishak Sugeha (Laris), Jusran Mokolanot, mengatakan, selama secara administrasi Negara masih bisa dibuktikan pemilih tersebut ada, maka tidak bisa dihapus begitu saja.

"Ini merupakan pesta demokrasi, di mana rakyat yang berdaulat. 1.561 itu merupakan angka yang signifikan. Jadi lihat dulu regulasinya seperti apa. Dan, jika memungkinkan tetap masuk DPT yang penting syarat administrasinya sesuai dengan peraturan dan perundangan," kata dia menandaskan.

Sebelumnya, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kotamobagu dan Pemerintah Kota (Pemkot) Kotamobagu sepakat akan mengadakan pertemuan terakhir tanggal 4 Juni atau sebelum penetapan daftar pemilih tetap (DPT). KPU melalui Panitia Pemungutan Suara (PPS) masih harus melacak 1.561 pemilih misterius.

"Masih ada waktu untuk pencarian pemilih yang tidak diketahui keberadaanya tersebut. Mudah- mudahan bisa didapatkan, walaupun tidak sampai 100 persen. Tanggal 4 Juni ada rapat terakhir dan tidak ada rapat setelah itu," ujar Asisten Bidang Pemerintahan Sekretariat Kotamobagu Dolly Dzulhadji saat membacakan kesimpulan rapat.

Pada pertemuan tersebut, Sekretaris KPU Kotamobagu Agung Adati yang mendampingi Komisioner Amir Halatan mengatakan ada delapan desa dan kelurahan yang bermasalah. Namun untuk di Desa Sia dan Kelurahan Genggulang persoalan pemilih yang tidak diketahui kebeeadaanya tersebut sudah kelar.

"Masih ada beberapa kelurahan yang memang masi harus ada pelacakan lagi. Di antaranya adalah Kelurahan Kotamobagu, Mongkonai, Sinindian, Pobundayan, Kotobangon dan Gogagoman," kata dia.
Penulis: Edi_Sukasah
Editor: Robertus_Rimawan
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas