Kamis, 29 Januari 2015

Wah Ada 1.561 Pemilih Misterius di Kotamobagu

Kamis, 30 Mei 2013 20:44 WITA

Wah Ada 1.561 Pemilih Misterius di Kotamobagu
NET
Ilustrasi.

TRIBUNMANADO.CO.ID, KOTAMOBAGU - Empat pasangan calon kepala daerah berbeda pandangan dalam menyikapi 1.561 pemilih misterius yang masuk dalam daftar pemilih sementara (DPS) namun belum diketahui keberadaanya. Ada yang setuju penghapusan, namun ada pula yang mengharapkan pemilih tersebut tetap masuk dalam DPS.

Namun terlepas dari dua pilihan tersebut, Begie Gobel, dari tim pemenangan nomor urut satu Tatong Bara-Jainuddin Damopolii (TB-Jadi), mengatakan, ada warga yang tidak masuk dalam DPS. Padahal, menurut Ketua Partai Amanat Nasional (PAN) Kotamobagu ini, warga yang telah tersebut masuk dalam Daftar Penduduk Potensial Pemilih Pemilu (DP4).

"Kami belum bisa menyatakan setuju penghapusan atau tidak. Kami sedang melakukan pengecekan di tingkat desa dan kelurahan, mengapa nama-nama yang ada di DP4 tersebut tidak masuk dalam DPS. Pihak KPU (Komisi Pemilihan Umum) juga minta tentang laporan ini," ujar Begie kepada Tribun Manado, Kamis (30/5/2013).

Berbeda dengan Begie, Yudi Lantong dari Tim Pemenangan pasangan nomor urut dua Nurdin Makalalag-Sahat Robert Siagian (BeNar), minta kepada Dinas Penduduk dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kotamobagu segera melakukan verifikasi secara fisik kepada pemilih `siluman' tersebut.

"Kami sangat intens menyikapi temuan pemilih misterius atau pemilih yang fisik orang tidak ditemukan di lapangan sesuai dengan data. Ini menjadi peringatan bagi Disdukcapilduk yang menetapkan DP4. Pemeriksaan fisik  atau verifikasi harus segera dilakukan sebelum penetapan DPT," kata Yudi.

Dia menegaskan, Partai Bulan Bintang (PBB) sebagai pengusung BeNar minta data tersebut dihapus dari DPS jika Disdukcapilduk tidak bisa menjelaskan keberadaan pemilih misterius tersebut. "Ini untuk mengantisipasi data tersebut bisa saja muncul DPT yang bisa merugikan dan mencederai demokrasi di Kotamobagu," kata Yudi lagi.

Pihak pasangan nomor urut tiga, Djelantik Mokodompit-Rustam Simbala (DjelaS) justru berbeda pandangan dengan kubu BeNar. Lucky C Makalalag, dari Tim Pemenangan DjelaS mengatakan, nama-nama tersebut tidak perlu dihapus. Menurut Wakil Ketua Partai Golkar Kotamobagu ini, penghapusan tersebut justru bisa menimbukan kekacauan.

Halaman12
Penulis: Edi_Sukasah
Editor: Robertus_Rimawan
KOMENTAR ANDA

TRIBUNnews.com © 2015

About Us

Help

Atas