A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 105

Ancam Bunuh Wartawan, Pejabat ini Didakwa Setahun Bui - Tribun Manado
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Kamis, 24 April 2014
Tribun Manado

Ancam Bunuh Wartawan, Pejabat ini Didakwa Setahun Bui

Rabu, 29 Mei 2013 15:29 WITA
Ancam Bunuh Wartawan, Pejabat ini Didakwa Setahun Bui
KOMPAS.com/TAUFIQURRAHMAN
Mantan Kepala Kemenag Pamekasan Nurmaluddin saat mendengarkan dakwaan kasus perbuatan tidak menyenangkan, di Pengadilan Negeri Pamekasan.
TRIBUNMANADO.CO.ID, PAMEKASAN - Sehari setelah lengser dari jabatannya sebagai Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, Nurmaluddin, duduk sebagai terdakwa di Pengadilan Negeri Pamekasan. Dia didakwa melakukan ancaman pembunuhan terhadap Sukma Umbara Tirta Firdaus, wartawan Harian Radar Madura pada 25 Desember 2012 lalu.

Di dalam sidang perdana pembacaan dakwaan, Rabu (29/05/2013), Nurmaluddin hadir dengan mengenakan kemeja biru, berkopyah hitam dan bercelana hitam.

Hakim Ketua PN Pamekasan, Moh Muchlis dalam dakwaannya menyatakan Nurmaluddin diancam dengan kurungan penjara satu tahun berdasarkan KUHP Pasal 335 ayat 1 tentang Perbuatan Tidak Menyenangkan. Setelah dakwaan dibacakan, Nurmaluddin yang didampingi dua penasihat hukumnya tidak mengajukan keberatan dan tidak mengajukan eksepsi. "Bahkan pada sidang berikutnya, meminta agar langsung pada agenda pembuktian dengan menghadirkan saksi-saksi," terang Muhlis.

Sementara itu, Jaksa Penuntut Umum, Muhammad Hari, dalam tuntutannya menyampaikan bahwa Pasal 335 itu sudah memenuhi unsur. Bahkan, jaksa mengajukan tuntutan lebih berat, yakni dua tahun penjara karena perbuatan itu disertai dengan ancaman pembunuhan itu.

Sidang yang hanya berjalan 10 menit tersebut menjadi perhatian sejumlah media lokal dan nasional serta beberapa staf di lingkungan Kantor Kemenag Pamekasan. Lebih-lebih setelah Nurmaluddin lengser dari jabatannya.

Sebelumnya, pada tanggal 25 Desember 2012 lalu, Nurmaluddin mendatangi Kantor Radar Madura Biro Pamekasan karena keberatan atas pemberitaan tentang pemotongan gaji PNS di lingkungan Kemenag Pamekasan. Di kantor tersebut, Nurmaluddin meminta Sukma Firdaus selaku wartawan yang menulis berita tersebut, membeberkan nama PNS yang membocorkan pemotongan gaji tersebut.

Namun Sukma menolaknya, dengan alasan kode etik jurnalistik. Karena enggan menyebutkan nama nara sumber berita tersebut, Nurmaluddin yang waktu itu didampingi Kepala Seksi Madrasah dan Pendidikan Agama, Juhairiyah, mengancam akan membunuh Sukma.

Ancaman tersebut semuanya terekam dalam telepom selular Sukma Firdaus. Beberapa hari kemudian, Sukma Firdaus melaporkan ancaman tersebut kepada Polisi.
Editor: Robertus_Rimawan
Sumber: Kompas.com
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
327323 articles 8 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI KOMENTAR SAYA
© 2014 TRIBUNnews.com All Right Reserved About Us Privacy Policy Help Terms of Use Redaksi Info iklan Contact Us Lowongan
Atas