• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Selasa, 23 September 2014
Tribun Manado

Liputan Lengkap Tewasnya 9 Remaja Tondano di Pantai Kawis

Minggu, 26 Mei 2013 15:47 WITA
Liputan Lengkap Tewasnya 9  Remaja Tondano di Pantai Kawis
SHUTTERSTOCK
Ilustrasi.
TRIBUNMANADO.CO.ID, TONDANO ‑ Suasana ceria 69 remaja GMIM Sentrum Tondano yang menjalani ibadah tamasya berubah menjadi tragedi yang menyayat hati saat belasan orang terseret pusaran arus laut yang kencang di Pantai Kawis, Sabtu (25/5/2013) siang.

Peristiwa Sabtu kelabu itu terjadi di Pantai Kawis di perbatasan Desa Tulap dan Lalumpe, Kecamatan Kombi Kabupaten Minahasa. Revan Manus, satu di antara peserta ibadah tamasya menceritakan, kejadian naas tersebut terjadi sekitar pukul 14.00 Wita. Saat itu rombongan remaja GMIM Sentrum telah selesai ibadah dan makan siang. Selanjutnya mereka bermain dan berenang di pantai. Lokasi tempat berenang tersebar di beberapa lokasi yang jaraknya terpisah puluhan meter.

Revan yang temui  Tribun Manado di ruang Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sam Ratulangi Tondano,  menceritakan, saat kejadian 15 remaja  sedang berenang bersama tak berapa jauh dari bibir pantai. Saat mereka sedang asyik berenang, tiba‑tiba arus air menyeret  mereka menjauhi pantai.

"Saat itu tidak ada ombak besar tapi tiba‑tiba kami terseret ke tengah laut. Saya panik dan berusaha berenang, tapi arus sangat kuat dan saya terus terseret ke tengah," ujarnya. Dia perkirakan mereka terseret arus sekitar 100 meter dari pantai.

Setelah berupaya berenang akhirnya Revan bisa keluar dari pusaran air dan muncul di permukaan laut. Dengan sisa tenaga dia berenang ke arah pantai. "Saya sampai merangkak saat tiba di pantai karena kehabisan tenaga. Saya sempat melihat ke arah laut tidak ada lagi gerakan dari teman‑teman," kata Revan. Ternyata sembilan rekan Revan tak terselamatkan. Mereka kemudian  dievakuasi ke pantai dan dibawa ke  ke RSUD Sam Ratulangi Tondano menggunakan dua mobil milik rombongan tersebut.

Sampai di RSUD Sam Ratulangi Tondano, semua korban sempat diturunkan namun kembali dimasukkan ke dalam mobil untuk selanjutnya dilarikan ke RS Bethesda dan RS Gunung Maria Tomohon. Mendengar informasi musibah ini, ratusan orang mendadak memadati RSUD Sam Ratulangi Tondano untuk mencari tahu kondisi anggota keluarga serta kerabatnya. Suasana duka pun terlihat di gereja GMIM Setrum Tondano yang didatangi puluhan orang. Isak tangis meledak di sana.

Suasana duka pun merebak di RS Sakit Bethesda dan RS Gunung Maria Tomohon. Ada enam korban tewas yang dibawa ke RS Gunung Maria. "Pukul 17.30 Wita korban tiba di sini dan kondisinya sudah meninggal semua," kata seorang perawat.

Sebelum dibawa ke ruang pemulasaran jenazah, korban sempat ditangani di ruang UGD oleh tim medis. Sekitar pukul 21.15 Wita tadi malam, satu persatu korban mulai dibawa pulang ke kampung halaman masing-masing dengan mobil ambulans.

Arus Sangat Kuat
Pantai Kawis  di perbatasan Desa Tulap dan Lalumpe, Kecamatan Kombi Kabupaten Minahasa. dikenal  warga setempat sebagai daerah yang berbahaya.
Doan Senduk, warga Desa Tulap menceritakan, sejak dahulu warga sekitar pantai tersebut tidak berani berenang di lokasi tersebut. Menurutnya, tua‑tua kampung pasti akan menegur jika ada orang yang kedapatan berenang di sana.

Dia menggambarkan, lokasi Pantai Kawis memang sangat indah karena hamparan pasir putih yang bersih tanpa ada batu ataupun karang. Pantainya cukup landai dan nyaman untuk  tempat bersantai. Namun,  bahaya sesungguhnya berada tidak jauh dari pantai.

"Sesepuh Desa Tulap telah menancapkan batang pohon kelapa dalam air sebagai pertanda lokasi itu berbahaya. Di situ sering terjadi pertemuan arus yang kuat di dasar. Selain itu ada tubiran yang cukup dalam beberapa puluh meter dari pantai," ujarnya, Sabtu (25/5).

Doan mengatakan, mungkin rombongan remaja GMIM Sentrum Tondano tidak ingin berenang berdesak-desakkan di Pantai Kora‑kora dekat lokasi itu dan memilih tempat yang sepi. Menurutnya lokasi itu sangat berbahaya. Doan menceritakan, beberapa nelayan di daerah tersebut pernah hampir tenggelam tersapu arus saat menarik jala. Beruntung beberapa nelayan itu bisa berpegangan pada jala dan tidak hanyut terbawa arus. (luc/war)

Sumber : Tribun Manado Cetak.
Editor: Robertus_Rimawan
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
324303 articles 8 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas