Selasa, 9 Juni 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Waspadai Nabi-nabi Palsu

Kitab 1, 2, dan 3 Yohanes, Injil Yohanes, serta kitab Wahyu, ditulis oleh Rasul Yohanes.

Tayang:
Editor: Andrew_Pattymahu


Oleh: Pdt Dan Sompe STh
Ketua Jemaat Maranatha Paslaten
1 Yohanes 4 :1-6, Galatia 5 :22-23


Kitab 1, 2, dan 3 Yohanes, Injil Yohanes, serta kitab Wahyu, ditulis oleh Rasul Yohanes, sebagai sebuah surat edaran kepada jemaat yang sedang menghadapi ajaran palsu mengenai keselamatan dalam Kristus dan cara bekerjanya di dalam diri orang percaya. Akibatnya ada beberapa orang , sudah meninggalkan persekutuan jemaat.
Ajaran sesat menyangkal bahwa Yesus Kristus Yang menjadi manusia. Para pengajar sesat mengajarkan bahwa mentaati perintah Kristus dan hidup kudus, serta terpisah dari dunia juga dosa, tidak diperlukan untuk iman yang menyelamatkan.
Yohanes menulis surat tersebut untuk menyangkal doktrin dan etika yang salah dari para guru palsu, dan untuk menasehati jemaat agar mengejar persekutuan yang kudus dengan Allah dalam kebenaran, sukacita dan kepastian hidup kekal, melalui iman yang taat kepada Yesus sebagai Putra Allah, dan dengan kehadiran Roh Kudus.
Para guru palsu dinamakan anti kristus, karena mereka meninggalkan ajaran rasuli mengenai Kristus dan kehidupan yang benar. Mereka sangat merusak ajaran, persekutuan dan kelakuan jemaat. Yohanes member pengajaran tentang perbedaan Roh Allah dan roh anti kristus. Yohanes meminta supaya mereka jangan percaya pada setiap roh. Tetapi roh itu harus diuji karena banyak nabi-nabi palsu yang telah muncul dan pergi ke seluruh dunia.
Sedangkan dalam Galatia, Paulus berhadapan pula dengan pergumulan jemaat yang mempertanyakan, apakah iman kepada Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juru Selamat itu satu-satunya syarat untuk selamat. Dan apakah ketaatan kepada upacara dan peraturan Yahudi tertentu dari perjanjian lama diperlukan untuk memperoleh keselamatan dalam Kristus.
Jemaat di Galatia menghadapi perpecahan, karena ada beberapa guru Yahudi memaksakan sunat dan Taurat Musa sebagai syarat keselamatan dan anggota gereja. Paulus menegaskan bahwa sunat tidak ada hubungan dengan pekerjaan kasih karunia Allah dalam Kristus untuk keselamatan dibawah perjanjian yang baru, dan orang menerima Roh Kudus dan hidup rohani oleh iman kepada Tuhan Yesu Kristus, dan bukan oleh ikatan kepada hokum taurat perjanjian lama.
Bagi Paulus orang yang hidup dalam Roh, akan menampakkan buah Roh itu dalam kehidupan sehari-hari, dan ini menandakan adanya keselamatan dari Tuhan serta dapat menciptakan persatuan dan persekutuan dalam jemaat. Mari kita waspada terhadap pengajar dan ajaran sesat yang banyak bertumbuh disekitar kita, namun tidak boleh memusuhi mereka, tetapi memperlengkapi diri dengan rajin membaca Alkitab, supaya semua dapat menguji kebenaran Firman Tuhan.
Mari kita tinggalkan keinginan daging, karena keinginan daging adalah maut, tetapi keinginan Roh adalah hidup dan damai sejahtera. Semoga kita dimampukan oleh Roh Kudus untuk hidup sesuai dengan kehendak-NYA, untuk membangun keluarga, jemaat, masyarakat, bangsa dan Negara kita. Terpujilah nama Tuhan. AMIN. (*)
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved