Waspadai Nabi-nabi Palsu
Kitab 1, 2, dan 3 Yohanes, Injil Yohanes, serta kitab Wahyu, ditulis oleh Rasul Yohanes.
Tayang:
Editor:
Andrew_Pattymahu
Oleh: Pdt Dan Sompe STh
Ketua Jemaat Maranatha Paslaten
1 Yohanes 4 :1-6, Galatia 5 :22-23
Kitab 1, 2,
dan 3 Yohanes, Injil Yohanes, serta kitab Wahyu, ditulis oleh Rasul Yohanes,
sebagai sebuah surat edaran kepada jemaat yang sedang menghadapi ajaran palsu
mengenai keselamatan dalam Kristus dan cara bekerjanya di dalam diri orang
percaya. Akibatnya ada beberapa orang , sudah meninggalkan persekutuan jemaat.
Ajaran sesat
menyangkal bahwa Yesus Kristus Yang menjadi manusia. Para pengajar sesat mengajarkan
bahwa mentaati perintah Kristus dan hidup kudus, serta terpisah dari dunia juga
dosa, tidak diperlukan untuk iman yang menyelamatkan.
Yohanes
menulis surat tersebut untuk menyangkal doktrin dan etika yang salah dari para
guru palsu, dan untuk menasehati jemaat agar mengejar persekutuan yang kudus
dengan Allah dalam kebenaran, sukacita dan kepastian hidup kekal, melalui iman
yang taat kepada Yesus sebagai Putra Allah, dan dengan kehadiran Roh Kudus.
Para guru
palsu dinamakan anti kristus, karena mereka meninggalkan ajaran rasuli mengenai
Kristus dan kehidupan yang benar. Mereka sangat merusak ajaran, persekutuan dan
kelakuan jemaat. Yohanes member pengajaran tentang perbedaan Roh Allah dan roh
anti kristus. Yohanes meminta supaya mereka jangan percaya pada setiap roh.
Tetapi roh itu harus diuji karena banyak nabi-nabi palsu yang telah muncul dan
pergi ke seluruh dunia.
Sedangkan
dalam Galatia, Paulus berhadapan pula dengan pergumulan jemaat yang
mempertanyakan, apakah iman kepada Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juru Selamat
itu satu-satunya syarat untuk selamat. Dan apakah ketaatan kepada upacara dan
peraturan Yahudi tertentu dari perjanjian lama diperlukan untuk memperoleh
keselamatan dalam Kristus.
Jemaat di
Galatia menghadapi perpecahan, karena ada beberapa guru Yahudi memaksakan sunat
dan Taurat Musa sebagai syarat keselamatan dan anggota gereja. Paulus
menegaskan bahwa sunat tidak ada hubungan dengan pekerjaan kasih karunia Allah
dalam Kristus untuk keselamatan dibawah perjanjian yang baru, dan orang
menerima Roh Kudus dan hidup rohani oleh iman kepada Tuhan Yesu Kristus, dan
bukan oleh ikatan kepada hokum taurat perjanjian lama.
Bagi Paulus
orang yang hidup dalam Roh, akan menampakkan buah Roh itu dalam kehidupan
sehari-hari, dan ini menandakan adanya keselamatan dari Tuhan serta dapat
menciptakan persatuan dan persekutuan dalam jemaat. Mari kita waspada terhadap
pengajar dan ajaran sesat yang banyak bertumbuh disekitar kita, namun tidak
boleh memusuhi mereka, tetapi memperlengkapi diri dengan rajin membaca Alkitab,
supaya semua dapat menguji kebenaran Firman Tuhan.
Mari kita
tinggalkan keinginan daging, karena keinginan daging adalah maut, tetapi
keinginan Roh adalah hidup dan damai sejahtera. Semoga kita dimampukan oleh Roh
Kudus untuk hidup sesuai dengan kehendak-NYA, untuk membangun keluarga, jemaat,
masyarakat, bangsa dan Negara kita. Terpujilah nama Tuhan. AMIN. (*)