Petty Ratapi Rumahnya yang Terbakar
Petty meratap melihat rumahnya yang hangus dilalap si jago merah, Jumat (24/5) malam.
Penulis: Christian_Wayongkere | Editor:
TRIBUNMANADO.CO.ID,MANADO – Wajah Petty Randang satu diantara penghuni rumah yang terbakar di Kelurahan Sario Kota Baru (Sakobar) Kecamatan Sario nampak terus terpanah menyaksikan kepulan asap dan kobaran api yang meluluhlantakan rumahnya yang terletak di lingkungan I kelurahan tersebut, Jumat (24/5) malam.
Ditemani sang pacar, sambil berdiri dalam radius 10 meter matanya nampak masih menyisahkan sisa-sisa air mata yang sempat bercucuran saat menyaksikan rumahnya dilalap si jago merah. Sesekali mahasiswi Fakultas Teknik Unsrat Manado ini, mengigit jarinya sambil bersandar disamping pacarnya yang bertubuh tinggi besar.
“Mama yang telepon, sebelum jam 8 malam, bilang akalu rumah sudah terbakar,” ceritanya kepada Tribun Manado. Lanjut wanita yang saat itu menggunakan kostum Manchester United berwarna merah , setibanya dirumah masih terlintas diingatannya kobaran api membakar rumahnya hingga hampir setengah rata tanah. “Ada laptop, TV, Printer dan komputer di dalam kamar saya,” ucapnya lesuh.
Sementara itu dari amatan Tribun Manado keluarga Petty Randang nampak giatnya memindahkan barang-barang yang berhasil selamat dari kobaran api, seperi sound sistem dan barang lainnya ketempat yang aman. Sementara itu tak jauh dari tempat Petty berdiri, sejumlah jemaat dan keluarga korban kebakaran langsung menggelar ibadah yang dipimpin oleh Pdt Remaisa Kokali STh, sebagai ucapan syukur tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Sementara itu Ivone Lang kepala Sekolah SMA Perintis yang ikut terbakar dalam peristiwa tersebut belum bisa berbicara banyak saat dimita keterangan oleh anggota Polisi dari Mapolsek Sario hanya sedikat kalimat yang keluar dari mulutnya.
“Rencananya besok (hari ini) akan dilakukan pengumunan 37 siswa yang lulus dari SMA Perintis dan hari Senin pekan depan akan dilakukan pentabisan gedung baru,” kata Ivone saat memberikan keterangan pada pihak berwajib. AKP Apri Wibowo Kapolsek Sario dalam keterangannya mengatakan penyebab peristiwa kebakaran masih dalam penyelidikan. “Kerugian diperkirakan Rp 2 miliar,” kata Wibowo. Pada peristiwa tersebut tercatat 8 unit mobil pemadan kebakaran dan 1 unit mobil water cannon dari Polda Sulut melakukan upaya pemadaman api yang meluluh lantakan rumah dan sekolah, setelah berselang beberapa jam api akhirnya bisa ditaklukan.