Talokon : Pemerintah Akal-akalan Perangi Togel
Fransiskus Talokon, menilai sikap pemerintah soal kesiapan memerangi judi togel di daerah ini terkesan hanya akal-akalan.
Penulis: | Editor:
TRIBUNMANADO.CO.ID, TOMOHON -- Fransiskus Talokon, Ketua Komisariat Pemuda Katolik Cabang Tomohon menilai sikap pemerintah soal kesiapan memerangi judi togel di daerah ini terkesan hanya akal-akalan saja dan bersifat kekanak-kanakan. Sebab, mungkin saja sikap tersbut diambil mengingat ada unsur tertentu, sehingga ingin memerangi togel walau bukan tupoksinya.
"Pemkot terkesan terlalu campur tangan dengan urusan-urusan pribadi masyarakat. Karena jika togel marak maka itu membuktikan sebagian besar masyarakat di Kota Tomohon tak sejahtera. Buktinya masyarakat masih memilih cara seperti itu untuk mendapatkan uang guna menghidupi kebutuhan keseharian," sesal Talokon, Kamis (23/5).
Seharusnya pemerintah kata dia berpikir bagaimana caranya mensejahterakan masyarakat secara merata, dan menyeluruh sehingga masyarakat tak berpikir lagi untuk memasang togel lantaran kebutuhannya sudah tercukupi.
"Bisa dipastikan jika dari 100 orang berpendapatan rendah, hanya lima diantaranya yang tak pasang togel. Sementara dari 100 orang yang berpendapatan menengah keatas hanya lima yang suka pasang togel.
Sehingga pemerintah dari persoalan ini berpikir saja bagaimana mensejahterahkan masyarakat, melakukan pembangunan yang kian tak jelas serta memberikan pelayanan prima terhadap warganya tanpa turut mencampuri urusan lembaga lain, karena yang berhak menindak bagi pelaku judi adalah Polri," tegasnya.
Bahkan jika perlu menurut dia judi togel seperti ini dilegalkan dengan melakukan lokalisasi. Sebab, jika dilokalisasi maka pengawasan akan lebih baik dan tentunya akan menghasilkan pendapatan daerah melalui restribusi. "Jadi, tak perlu sok suci dengan mengatakan Tomohon sebagai Kota Religius. Sebab, di kota ini masih ada pejabat yang suka selingkuh, pada hal itu benar - benar bertentangan dengan nilai- nilai etika dan moral," ungkapnya.
Berbicara kota religi, bagi dia tak hanya karena adanya fasilitas-fasilitas religi, seperti menara, gereja, dan sarana ibadah lainnya, sebab itu hanya menjadi simbol saja. "Kota religi bukan hanya dilihat dari simbol, tapi juga realitas kehidupan di lapangan. Sebab, jika para pemimpin dan panutan masyarakat melakukan hal -hal yang bertentangan dengan nilai religi, itu sama dengan sok suci dan terkesan hanya mencari muka serta perhatian pada masyarakat dalam upaya pencitraan semata. Jadi tak ada gunanya bagi kemajuan daerah ini," terang Talokon.
Sebelumnya Pemerintah Kota Tomohon menegaskan akan ikut serta membasmi togel, bersama dengan Polisi karena diduga mulai marak di daerah ini. Hal itu diungkapkan Wendy Karwur, Asisten I Pemerintah Kota Tomohon mewakili Wali Kota Jimmy Eman. “Pemerintah Kota Tomohon akan memerangi praktek perjudian Togel yang saat ini marak terjadi dalam masyarakat, dengan melibatkan seluruh aparatur pemerintahan yang ada di kelurahan (baik lurah, kepala lingkungan, wakill kepala lingkungan dan linmas) serta aparat kecamatan danKkepolisian,” katanya.
Ruddie Lengkong, Kabag Humas Pemerintah Kota Tomohon meminta seluruh aparatur terkait tidak ikut-ikutan dalam praktek perjudian tersebut. Tokoh-tokoh agama dan masyarakat dimintanya memberikan pemahaman akan pentingya melaksanakan aturan agama yang dianut masing-masing, dan menjauhi togel. “Seluruh elemen masyarakat di daerah ini harus terus menggalakkan dan menggelorakan semangat dalam Gema Sabda yang telah dicanangkan, sekaligus mendukung program Mapalus Kamtibmas dan Program Brenti Jo Bagate dengan Brenti Jo Bapasang Togel. Kita harus ingat bahwa Tomohon adalah Kota Lima Dimensi yang di dalamnya termasuk Kota Agama (Kota Religius), sebagai Kota tujuan wisata Ziarah Keagamaan serta Kota Pendidikan yang harus benar-benar harus diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari seiring dengan memberikan teladan dan pendidikan yang baik bagi anak-anak kita semua,” tukasnya.
Ia meminta para kepala-kepala lingkungan dan wakil kepala lingkungan dan linmas tidak melibatkan diri dalam praktek perjudian ini, sebab nantinya sanksi berat yang akan diberikan.