Sabtu, 13 Juni 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Pilih Caleg yang Berkualitas dan Mau Mengabdi

Masyarakat di Kota Tomohon diimbau selektif memberikan dukungan kepada para calon legislatif.

Tayang:
Penulis: | Editor:
Laporan wartawan Tribun Manado Warstef Abisada

TRIBUNMANADO.CO.ID, TOMOHON — Kendati masih sekitar 1 tahun lagi untuk memberikan hak pilih, namun masyarakat di Kota Tomohon diimbau selektif memberikan dukungan kepada para calon legislatif yang maju pada pemilu 2014 nanti, agar nantinya saat duduk nanti benar-benar dapat memperjuangkan aspirasi masyarakat, tak hanya janji-janji semu saja.

“Masyarakat harus memilih caleg yang benar-benar berkualitas dan mau mengabdi, jangan pilih hanya karena diberi uang. Sebab, pasti mereka yang dipilih karena memberi uang tak akan optimal memperjuangkan aspirasi dan kepentingan rakyat, karena menganggap suara rakyat sudah berhasil dibeli saat pemilu berlangsung,” jelas Setly Kodong, anggota DPRD Minahasa Selatan dari Fraksi Partai Demokrat yang menjadi pembicara dalam dialog terbuka membedah gagasan para caleg, yang digelar Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Kristen Indonesia Tomohon (UKIT) Yayasan AZR Wenas, Jumat (24/5).

Masyarakat kata dia harus memiliki kesadaran tinggi, untuk menentukan pilihan tanpa didasari politik transaksional atau pemberian uang (money politik). “Saya waktu menjadi caleg pada tahun 2009 lalu, memiliki uang, tapi saya memilih tidak mau membayar masyarakat. Sebab, jika saya membayar, maka artinya tidak ada lagi yang perlu saya perjuangkan artinya, good bye masyarakat. Saya lebih memilih waktu itu lebih baik memiliki utang kepada masyarakat, yakni berjanji memperjuangkan kepentingan, dan itu saya buktikan setelah duduk, dimana hampir disemua wilayah tempat saya terpilih, jalannya sudah di hot mix semua,” ungkapnya.

Setly mengaku kali ini tak lagi mencalonkan diri menjadi wakil rakyat, sebab lebih memilih menjadi advokad, dan memberi kesempatan bagi caleg lainnya untuk maju dan menjadi penyambung lidah rakyat. “Saya tidak lagi mencalonkan diri, karena ingin memberi kesempatan kepada yang lain. Yang penting selama saya duduk, saya konsisten untuk memperjuangkan kepentingan rakyat, karena bagi saya di DPRD itu adalah tempat untuk mengabdi bagi rakyat,” tegasnya.

Para caleg menurut dia ketika maju bertarung harus tahu untuk apa disana, serta berapa kos yang harus dikeluarkan dan pendapatan yang akan diterima selama duduk, untuk menghindari terjadinya penyimpangan. “Untuk maju memang harus ada kos, jadi caleg harus benar-benar tahu berapa biayanya. Jika misalnya pendapatan selama 5 tahun menjadi anggota DPRD hanya Rp 300 Juta, maka jangan sampai mengeluarkan biaya hingga Rp 1 Miliar, karena pasti akan melakukan berbagai cara untuk mengembalikannya,” tutur Setly.

Yudi Turambi, pembicara pada diskusi tersebut mengatakan masyarakat harus menghindari praktek money politic dari para caleg, agar dapat menjamin jalannya pemilu yang jujur dan adil. “Dukungan kepada caleg harus hati-hati diberikan, jangan karena money politic, tapi lihat kualitas, agar mereka nantinya optimal melaksanakan tugas sebagai penyalur aspirasi. Sebab, selama ini wakil rakyat disemua tingkatan menunjukkan kinerja yang buruk,” katanya.

Dari 163 bakal calon legislatif yang mendaftar di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tomohon, hanya dua saja yang hadir dalam diskusi tersebut, yakni Piet Pungus, bakal calon dari Partai Golkar dan Christiani Kanter dari Nasdem.

Menurut Pungus, dirinya maju pada bursa pemilihan kali ini karena benar-benar ingin memperjuangkan kepentingan rakyat, yang selama ini masih terabaikan, karena praktisnya sistem politik yang dijalankan. “Saya ingin mengabdikan diri untuk memperjuangkan kepentingan rakyat,” terangnya.

Arther Wuwung, Ketua KNPI Kota Tomohon mengungkapkan kondisi caleg saat ini biasanya manis menjanjikan saat belum duduk untuk memperjuangkan kepentingan rakyat, tapi saat terpilih tak lagi berdaya, karena terbentur dengan kepentingan rakyat. “Politik di Tomohon memang sedang sakit, karena banyak calon ketika terpilih tak lagi konsisten dengan janjinya memperjuangkan kepentingan rakyat, karena terbentur kepentingan dan keinginan partai atau kelompok tertentu,” ungkapnya.

Mesin Partai Penentu

Sementara itu, Yopie Pangemanan, Dekan FKIP UKIT Yayasan AZR Wenas mengatakan akan terpilih tindaknya para calon nanti, akan tergantung pada hubungan informal (emosi) calon dengan konstituen, efektifitas gerak mesin partai, dan kapabilitas dari calon itu sendiri. “Tiga elemen ini menjadi penentu, yang tidak jalan pasti akan menjadi penonton saja. Dan harus diingat jangan pernah memilih karena diberi uang, akan hancur semuanya,” tegasnya didampingi Ketua Panitia Diskusi Christian Bola

Ikuti kami di

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup B - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 02:00 WIB
Canada
Kanada
1 - 1
Bosnia
Bosnia
Grup D - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 08:00 WIB
United States
Amerika Serikat
4 - 1
Paraguay
Paraguay
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved