Nenek Latifa Senang Dapat Bantuan
Latifa Mokodompit warga Kayumuyondi Kecamatan Tutuyan tampak semringah saat menerima bantuan berupa sembilan bahan pokok .
Penulis: Aldi Ponge | Editor:
TRIBUNMANADO.CO.ID,TUTUYAN-Latifa Mokodompit warga Kayumuyondi Kecamatan Tutuyan tampak semringah saat menerima bantuan berupa sembilan bahan pokok (sembako) dalam acara bulan bakti gotong royong dan peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) Tim Penggerak (TP) Pemberdayaan Kesejaterahan Keluarga (PKK) Bolaang Mongondow Timur (Boltim), pada Jumat (24/5)
Wanita sepuh yang mengaku berusia 100 tahun ini tampak gembira saat dirinya menerima bantuan tersebut. "Senang sekali menerima bantuan ini, dapat bantu anak-anak," ujar Nenek Latifa.
Nenek Latifa berharap kepedulian pemerintah daerah (pemda) terus ditingkatkan terhadap warga kurang mampu. "Kami seperti ini sudah tidak bisa berbuat apa-apa lagi, hanya bergantung pada orang lain saja," katanya.
Nenek Latifa mengapresiasi kepedulian pemerintah dan tim penggerak PKK. Katanya, ini kesekian kalinya dirinya mendapatkan bantuan dan jaminan hidup. "Ini sudah kesekian kalinya. Bupati dan istrinya memang sangat peduli terhadap warganya," tutur Latifa terdengar jelas suaranya.
Senada dengannya, Elisabeth Tulong (84) Warga Lanut yang datang bersama 3 rekannya. Katanya, sebaikanya bantuan diserahkan langsung kepadanya. "Kalau kepemerintah desa sering tidak samapi kepada kami," ungkapnya.
Bupati Boltim Sehan Landjar menyindir semua kepala satuan kerja perangkat daerah (SKPD) yang tidak mampu melakukan programnya yang menyentuh kepada rakya miskin. "Harusnya satuan kerja malu kepada PKK yang mampu melaksanakan tugas mereka hingga ke masyarakat. Padahal PKK bukanlah satuan kerja tapi mitra kerja pemerintah daerah," sindirnya.
Sehingga dia memerintahkan semua kepala satuan kerja untuk turun langsung ke lapangan. Katanya, alasan tidak ada anggaran oleh pihak SKPD selama ini, hanyalah alasan yang menunjukkan ketidakmampuan satuan kerja.
"Berarti tidak mampu menyusun program yang menyentuh rakyat. Jadi semua harus turun lapangan. Ini tahun kerja bukan tahun belajar," terang Sehan sembari menambahkan dirinya sudah meminta wakil bupati Medy Lensun untuk melakukan evaluasi setiap minggunya terhadap pejabat Boltim.