Dokter Merokok di Ruangan IGD
Stanly Umboh, warga Desa Amongena, Kecamatan Langowan Timur mengeluhkan pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Noongan.
TRIBUNMANADO.CO.ID, TONDANO - Stanly Umboh, warga Desa Amongena, Kecamatan Langowan Timur mengeluhkan pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Noongan yang menurutnya tidak profesional dan mengabaikan hak-hak pasien.
Saat diwawancarai Tribun Manado, Jumat (24/5), Stanly menceritakan, kejadian tidak menyenangkan yang dialaminya terjadi 16 April silam. Menurutnya, sekitar pukul 23.00 Wita dia mengantar ayahnya untuk berobat di rumah sakit tersebut. Namun kesan yang dirasakannya adalah dokter dan perawat di rumah sakit tersebut ternyata sangat tidak profesional.
"Saat dokter dan perawat selesai memeriksa dan mengambil data pasien, ayah mertua saya dibiarkan di ruangan instalasi gawat darurat (IGD) mereka hanya santai-santai, bahkan ada yang tadinya menangani bapak saya asik merokok. Padahal itu adalah ruangan IGD yang harusnya steril apalagi dari asap rokok," ujarnya.
Sikap profesional tenaga perawat tidak hanya sampai disitu karena saat pasien telah berada di ruangan perawatan, perawat yang berjaga saat itu sempat mengabaikan jarum infus yang terlepas dari pasien. Perawat tidak sigap untuk memperbaiki jarum infus yang telah terlepas.
"Kami tidak nyaman melihat kondisi seperti ini dan minta dipindahkan ke rumah sakit lain. Namun kembali kami merasa dipersulit karena proses pengurusan surat rujukan lama dibuat dan harus menunggu lebih dari satu jam sopir ambulance yang akan mengantar pasien," ujarnya.
Stanly mengatakan, dirinya sangat kecewa melihat pelayanan RSUD Noongan yang tidak profesional. Menurutnya pelayanan kesehatan berkaitan dengan nyawa sehingga tidak boleh main-main.
"Saya telah menyampaikan keluhan ini pada pimpinan RSUD Noongan namun sampai saat ini belum ada tanggapan resmi. Saya tidak menuntut apa-apa walaupun orangtua saya sudah meninggal," ujarnya.
Direktur RSUD Noongan, dr Inggrid Girot saat dikonfirmasi mengenai laporan ini mengatakan dirinya telah mendengar keluhan pasien tersebut. Dirinya bahkan menjelaskan, telah bertemu dengan pelapor. Menurutnya, laporan ini telah dibicarakan dengan semua pihak yang bersangkutan.
"Kami minta maaf jika ada staf kami yang lalai dan tidak profesional dalam melaksanakan tugas. Saya telah memberikan peringatan keras pada dokter dan perawat yang merokok di dalam ruangan rumah sakit. Sanksi tegas akan saya berikan pada staf yang melakukan pelanggaran dan tidak melayani pasien sesuai standar pelayanan," ujarnya.
Girot menjelaskan, masukan dan kritikan dari masyarakat akan terus menjadi masukkan berarti dalam peningkatan kualitas pelayanan RSUD Noongan.