Pemuda Beber Hobi Pejabat Pelisir Luar Negeri
Pemuda Katolik Sulut menggelar aksi demonstrasi memperingati 15 tahun masa reformasi Indonesia, pascarezim Soeharto.
Penulis: Ryo_Noor | Editor:
TRIBUNMANADO.CO.ID,MANADO - Pemuda Katolik Sulut menggelar aksi demonstrasi memperingati 15 tahun masa reformasi Indonesia, pascarezim Soeharto.
Pemuda katolik menggelar aksi demo dengan berorasi di Kantor DPRD dan Pemprov Sulut, Rabu (22/5) siang.
Sejumlah persoalan daerah diungkit dalam aksi itu, mulai dari korupsi sampai pembangunan infrastruktur yang terhambat. Menariknya, dari salah satu poster peserta demo dibeber soal penghamburan dana untuk pelisir ke luar negeri.
Petrus Rampengan, Wakil Ketua Pemuda Katolik Sulut mengungkapkan dalam orasinya proses reformasi belum juga tuntas, tindakan pemerintah masih belum juga menunjukan semangat pelayanan publik. Satu di antaranya hobi pelisir ke luar daerah.
"Praktek pelisir masih pertontonkan, tidak kontradiki dengan perjuangan mahasiswa 98. Praktek yang tak sesuai refoermasi, tidak menunjukan semangat pelayanan publik. Kita Koreksi, berjuang untuk peningkatan pelayanan publik," ungkapnya.
Di kesempatan itu, Petrus juga menyentil soal pembangunan jembatan Soekarno yang tak juga rampung.
Kemudian Infrastuktur jalan Manado Tomohon yang sudah rusak, bahkan sampai menyentil sejumlah keputusan politik wakil walikota tomohon yang punya tendensi politik.
Benny Ramdhani, Anggota DPRD Sulut yang pertama merespon soal sorotan perjalanan dinas. Bahkan ia mengakui dan membeber, perjalanan dinas DPRD setahun menghabiskan dana Rp 12 miliar, selama 5 tahun menjabat menghabiskan Rp 60 miliar
"Apa yang dikiritk penghamburan uang negara yang dipertontonkan DPR. Sebulan dua kali perjalanan dinas. DPR masih biongo, hingga harus selalu perjalanan dinas. kita memang butuh kritik untuk hal ini," aku politisi PDIP ini.
Sherpa Manembu, Anggota DPRD dari fraksi Golkar ikut ambil bagian merespon aksi demo. Ia menjelaskan untuk jalan manado Tomohoñ kemungkinan baru bisa di selesaikan tahun 2015, usai pemabangunan Jalan Tol Manado Bitung. Dnana APBD Sulut saat ini terserap untuk pembebasan lahan tol.
"Lalu komisi III memperjuangkan baru sampe perencannaann, persoalannya juga untuk pembebasan lahan jalan Tomohon Manado dananya harus dari kabupaten/kota dan provinsi, untuk sementara penggunaan dana tersebut dimanfaatkan untuk pembebasan lahan tol," kata dia.
Untuk jembatan Soekarno, kata Menembu, kini tengah dalam proses low test, atau tes beban untuk uji coba kelayakan konstruksi.
"Namanya jembatan soekarno, umurnya sudah panjang, pada saat mulai jika ada anak lahir pada hari mungkin sudah kelas 6 sd. Banyak pertanyaan, kenapa demikian? Ini masalah kontruksi, ada Low test," kata dia.
Aksi demo kemudian dilanjutkan ke Kantorr Gubernur. Para pendemo diterima oleh Edwin Silangen, Asisten III pemprov Sulut