Breaking News
Rabu, 10 Juni 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Stadion Gelora Ambang Merana

Stadion Gelora Ambang (SGA) di Kotamobagu mencapai masa keemasan pada dekade 1980‑an hingga memasuki milenium baru tahun 2000.

Tayang:
Penulis: | Editor:
Laporan wartawan Tribun Manado Edi Sukasah

TRIBUNMANADO.CO.ID,KOTAMOBAGU  ‑  Stadion Gelora Ambang (SGA) di Kotamobagu mencapai masa keemasan pada dekade 1980‑an hingga memasuki milenium baru tahun 2000. Namun,  kejayaan stadion kebanggaan masyarakat Bolaang Mongondow (Bolmong) Raya itu tinggal kenangan. Gelora Ambang benar-benar merana nasibnya sekarang.

Dua mata Lies Wahani (55) menerawang ke atas saat mengisahkan ribuan orang datang ke areal SGA pada sekitar pertengahan sampai akhir tahun 1980‑an. "Tahun‑tahun itu, kuda‑kuda pacu saling beradu di lintasan ini. Para pengunjung yang datang tak hanya dari wilayah Bolmong, tapi juga Minahasa, Manado, Gorontalo bahkan dari Jakarta pun ada," kata Lies, Minggu (19/5).

Ya, pada dekade itu, bukan sepakbola yang menjadi idola. Pacuan Kuda di SGA menjadi satu di antara beberapa tempat olahraga paling populer di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut). Beberapa pejabat di Kabupaten Bolmong pun saat itu doyan memelihara kuda. Tak ketinggalan Bupati Bolmong saat itu, Jambat A Damopolii memelihara kuda untuk disertakan dalam lomba.

Pacuan kuda surut di awal tahun 1990‑an kendati beberapa loma masih terlaksana. Memasuki tahun 2000, pamor klub Persatuan Sepakbola Bolaang Mongondow (Persibom) meningkat. Tim tersebut mampu bersaing dengan tim‑tim dari daerah lain yang berkompetisi di Liga Indonesia. Spirit pendukung Persibom yang dikenal sebagai Bom Mania membuat SGA kembali hidup.

 "Persibom, persibom, persibom/ Persibom fajar bulawan/ Sikat saja, bunuh saja lawanmu/Laskar Bogani di belakangmu//" Lagu ini selalu membahan di stadion yang bisa menampung penonton sampai 10 ribu orang tersebut.

Ronald Peter, putra Lies Wahani, masih ingat dengan baik beberapa pertandingan Persibom. "Apalagi kalau Persibom bertanding dengan Persmin atau tim dari Gorontalo, suasananya begitu hidup. Bahkan, gelora itu masih terasa sampai sekarang," kata Ronald.

Namun, pamor tim berjuluk Fajar Bulawan ini pun meredup. Bahkan sejumlah persoalan menghampiri tim tersebut. Tak hanya protes pemain yang tidak menerima gaji, beberapa pengurusnya pun harus berhadapan dengan hukum. Anggaran untuk membiayai Persibom dari APBD ternyata terbukti diselewengkan.

Stadion Gelora Ambang  yang menjadi kebanggaan warga Bolmong Raya pun semakin tidak bercahaya. Pacuan kuda hanya menyisakan rongsokan tempat start. Besi‑besi itu teronggok di depan tribun utama stadion sebelah utara. Sementara lapangan sepakbola yang dulunya menjadi tempat Persibom tak terawat.

Tribun barat dan timur sudah bisa lagi diduduki. Papan‑papan tampak sudah tercerabut dari tempatnya. Bahkan, ketika akan memasuki dua tribun ini, setiap orang harus hati‑hati. Tempat duduk yang sebagain besar terbuat dari kayu semakin melapuk. Sementara tempat duduk dari beton yang berada di bawah tribun utama utara juga menjadi tempat tumbuhan liar.

Ruang ganti pemain, ofisial dan pelatih sudah tak beratap lagi. Yang tersisa hanya rangkanya. Lapangan sepakbola tak kalah semrawut. Rumput‑rumput liar bercampur dengan rumput lapangan. Air tergenang karena drainase yang tidak berfungsi. Sementara di sisi‑sisinya yang tersisa tanaman jagung.

Kolam renang di sisi barat lapangan sepakbola pun tak kalah merana. Hanya kolam renang paling kecil yang masih berfungsi. Sementara kolam utama, sudah tak ada air sama sekali. Namun menara untuk atlet renang untuk loncat indah masih berdiri kokoh di sebelah selatan.
Dari seluruh fasilitas yang ada tersisa lapangan tenis yang masih mendingan nasibnya. Lapangan ini hampir setiap sore dipakai oleh beberapa warga yang hobi bermain tenis. Mereka umumnya pegawai di instansi pemerintah atau swasta di Kotamobagu. "Ya, cuma itu yang kini tersisa. Keramaian seperti zaman lalu tak ada," kata Lies.

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved